IKNPOS.ID – Tim DVI Biddokes Polda Sulsel resmi mengonfirmasi identitas jenazah laki-laki korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT). Melalui serangkaian tes post mortem dan ante mortem yang melelahkan, korban dipastikan sebagai Deden Maulana, pegawai pengelola barang milik daerah di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Penyerahan jenazah dilakukan pada Rabu malam di Posko DVI, Jalan Kumala Makassar. Suasana haru menyelimuti momen saat peti jenazah yang dibalut terpal biru diserahkan langsung kepada istri almarhum.
Rencananya, almarhum akan segera dipulangkan ke Jakarta menggunakan pesawat kargo melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin untuk proses pemakaman.
Penemuan jenazah Deden Maulana merupakan hasil kerja keras tim SAR gabungan yang menyisir lereng Gunung Bulusaraung.
Jasad korban ditemukan pada kedalaman 300 meter pada Minggu (18/1), setelah pesawat nahas tersebut dilaporkan menabrak gunung Bulusaraung.
Proses evakuasi tidaklah mudah. Tim SAR harus berjuang melawan cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan kabut tebal yang menyelimuti medan curam selama empat hari.
Jenazah akhirnya berhasil diangkat menggunakan metode hoist operator oleh Helikopter Dauphin HR-3601 milik Basarnas dari ruang terbuka di Dusun Lampeso, Kabupaten Maros.
Akurasi Lebih Utama Daripada Kecepatan
Pihak berwenang menekankan proses identifikasi korban kecelakaan pesawat memerlukan ketelitian tinggi untuk menghindari kesalahan fatal.
Kepala Biddokes Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Haris, menjelaskan bahwa durasi identifikasi sangat bergantung pada kondisi fisik jenazah yang ditemukan.
“Kami tidak membutuhkan kecepatan, melainkan ketepatan. Ini adalah keadaan yang harus pasti karena kita harus menjamin bahwa jenazah ini benar-benar korban yang dimaksud,” tegas Kombes Pol Muhammad Haris.
Jika kondisi sidik jari korban masih utuh, proses verifikasi identitas dapat dilakukan dengan sangat cepat.
Namun, dalam kasus di mana kondisi tubuh sudah sulit dikenali, tim medis harus melakukan pemeriksaan pembanding lain yang memakan waktu lebih lama demi menjaga validitas data.