IKNPOS.ID – Musim hujan yang berkepanjangan di Indonesia membawa tantangan tersendiri bagi kesehatan. Curah hujan tinggi, kelembapan meningkat, dan perubahan suhu yang drastis dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap berbagai penyakit, terutama infeksi saluran pernapasan, flu, batuk, dan diare.
Mengutip Badan Kesehatan Dunia, perubahan cuaca yang ekstrem dapat memengaruhi sistem imun, sehingga tubuh lebih mudah terserang penyakit. Oleh karena itu, menjaga kesehatan selama musim hujan memerlukan perhatian khusus terhadap pola hidup, kebersihan, dan nutrisi.
Pentingnya Menjaga Imunitas Tubuh
Sistem kekebalan tubuh merupakan garis pertahanan utama terhadap penyakit. Saat musim hujan, tubuh menghadapi ancaman dari virus dan bakteri yang berkembang pesat di lingkungan lembap.
Penelitian modern menunjukkan bahwa paparan dingin dan kelembapan tinggi dapat menurunkan efektivitas sel imun, sehingga infeksi lebih mudah terjadi. Oleh karena itu, memperkuat imunitas menjadi langkah utama untuk tetap sehat.
Beberapa cara untuk meningkatkan imunitas antara lain menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, cukup tidur, dan mengelola stres. Makanan kaya vitamin C dan D, zinc, serta antioksidan terbukti secara ilmiah mendukung sistem imun.
Aktivitas fisik ringan hingga sedang, seperti berjalan kaki atau senam ringan, membantu sirkulasi darah dan memperkuat respons imun. Selain itu, tidur yang cukup dan berkualitas berperan penting dalam regenerasi sel imun, sementara stres yang berlebihan dapat melemahkan pertahanan tubuh.
Menjaga Kebersihan Pribadi dan Lingkungan
Kelembapan tinggi saat musim hujan menjadi media ideal bagi pertumbuhan kuman dan jamur. Oleh karena itu, menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan sekitar menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit.
Cuci tangan secara rutin dengan sabun, terutama sebelum makan dan setelah beraktivitas di luar rumah, terbukti efektif menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan dan pencernaan. Selain itu, penggunaan masker saat berada di keramaian atau dalam ruangan lembap dapat mengurangi paparan virus.
Lingkungan rumah juga perlu diperhatikan. Pastikan ventilasi cukup untuk mengurangi kelembapan, hindari genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk, dan rutin membersihkan permukaan yang sering disentuh untuk mengurangi penyebaran kuman.
Penelitian dari Centers for Disease Control and Prevention menunjukkan bahwa kombinasi kebersihan pribadi dan lingkungan dapat menurunkan risiko infeksi hingga puluhan persen.







