IKNPOS.ID – Tim pencarian dan pertolongan akhirnya menemukan black box atau kotak hitam pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Penemuan ini menjadi titik krusial dalam upaya mengungkap penyebab kecelakaan pesawat tersebut.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengonfirmasi bahwa black box ditemukan pada Selasa siang sekitar pukul 11.00 WITA.
“Benar, kotak hitam sudah ditemukan pukul 11.00 WITA,” kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, saat dikonfirmasi di Jakarta.
Edy menjelaskan, setelah ditemukan, black box langsung dievakuasi dari lokasi perbukitan dan diserahkan oleh tim SAR gabungan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk dilakukan pemeriksaan dan analisis lebih lanjut.
Sebelumnya, Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Infanteri Dody Triyo Hadi melaporkan bahwa kotak hitam ditemukan di dalam bagian ekor pesawat yang hancur di lokasi kecelakaan.
Untuk menjangkau titik tersebut, tim gabungan dari TNI, Basarnas, dan relawan membentuk satuan khusus. Lokasi ekor pesawat berada di medan yang sangat terjal dan sebelumnya hanya dapat dipantau secara visual.
“Setelah pengecekan langsung, black box masih berada di posisinya di dalam potongan ekor pesawat dan berhasil dilepas dari dudukannya,” ujar Dody.
Proses evakuasi black box bukan perkara mudah. Kotak hitam harus dibawa dari jurang perbukitan menuju posko SAR di Desa Tompobuli, Pangkep, dengan waktu tempuh sekitar tiga jam.
Tim SAR gabungan harus menghadapi medan curam, jalur licin, serta kondisi cuaca yang tidak menentu, sehingga proses penurunan dilakukan secara hati-hati untuk menjaga keamanan personel dan keutuhan barang bukti.
Sebagai informasi, black box pesawat terdiri dari Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR). Perangkat ini menyimpan data penting, mulai dari parameter penerbangan hingga rekaman percakapan di kokpit sebelum kecelakaan terjadi.







