IKNPOS.ID – Tim gabungan forensik berhasil mengungkap identitas salah satu korban dalam musibah penerbangan yang menimpa pesawat ATR 42-500. Korban tersebut adalah Florencia Lolita Wibisono, seorang pramugari yang bertugas di pesawat nahas tersebut.
Kepastian identitas ini diperoleh melalui serangkaian pemeriksaan ilmiah yang ketat. “Jenazah dengan nomor postmortem 62B.01 cocok dengan antemortem nomor AM004 teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono,” jelas pernyataan resmi yang dikeluarkan di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Rabu, 21 Januari 2026.
Metode yang digunakan mencakup analisis sidik jari, pencocokan data gigi, pemeriksaan properti pribadi, hingga evaluasi ciri-ciri medis tertentu.
Keberhasilan identifikasi sangat dibantu oleh kondisi jenazah yang masih cukup baik, terutama untuk proses pembacaan sidik jari.
“Kondisi jenazah masih dalam keadaan bagus sehingga untuk papiler yang ada di sidik jari masih bisa terbaca. Dengan alat peralatan yang kami miliki, bisa langsung membaca identitas yang bersangkutan,” papar seorang anggota tim.
Hal ini mempercepat proses penyerahan jenazah Florencia Lolita kepada pihak keluarga yang dilaksanakan di Biddokkes Polda Sulsel.
Florencia Lolita, Pramugari Senior Segudang Pengalaman
Siapa sebenarnya Florencia Lolita Wibisono? Perempuan yang akrab disapa Olen ini adalah seorang profesional di dunia penerbangan dengan pengalaman lebih dari 14 tahun.
Ia tercatat sebagai awak kabin pesawat ATR 42-500, jenis pesawat turboprop untuk rute jarak pendek.
Berdasarkan informasi dari profil LinkedIn-nya, kariernya dimulai dari penerbangan regional. Keahlian dan dedikasinya kemudian membawanya menduduki posisi sebagai Senior Flight Attendant.
Bahkan dipercaya sebagai Flight Attendant Company Checker sekaligus Instructor di PT Wings Abadi Airlines.
Dalam peran strategis tersebut, Florencia bertanggung jawab penuh atas pengawasan standar keselamatan kabin, prosedur darurat, kualitas pelayanan, serta pelatihan awak kabin lainnya.
Sebagai pramugari, Florencia dikenal memiliki pemahaman mendalam terkait prosedur keselamatan dan pertolongan pertama.







