Catatan Dahlan Iskan

Stres Debanking

Share
Stres Debanking
Ilustrasi Donald Trump di depan gedung JP Morgan Chase.--
Share

djokoLodang

-o– … Hady sendiri mulai belajar kerja sejak putus sekolah: SMA Xinzhong ditutup ketika Hady baru setahun sekolah di situ. Tahun itu seluruh sekolah Tionghoa di Indonesia harus tutup. Hady pun pilih langsung bekerja. Yakni di toko obat milik pamannya. … *) Jadi teringat ayat Quran yang menyatakan bahwa sesuatu yang tidak kamu sukai itu bisa jadi merupakan hal yang terbaik bagimu. –0-

djokoLodang

-o– … Jabatan Dirut memang masih di pegang sang pendiri. “Tapi semua hal sudah Alan yang menangani,” ujar Hady. … *) Cerdas. Tapi, ada yang lebih cerdas. Jabatan Dirut sudah dipegang orang lain –yang bukan sanak bukan kadang– tapi mantan Dirut nya masih pegang kendali. Masih sangat dituruti. ~ ada kah contohnya? Ada gak, ya… –0-

Murid SD Internasional

HP smartphone layar-sentuh itu sejarahnya justru terinspirasi dari sistem warteg. Perusahaan teknologi smartphone X mengutus tim ahli ke Indonesia. Ngekost sementara di Kebumen beberapa hari. Hari pertama ngekos, siangnya lapar, cari restoran jauh, adanya warteg. Datanglah tim tersebut memesan makanan ke warteg. Mereka terpukau. Sistemnya unik. Tempel telunjuk di kaca, makanan yang ditunjuk pun langsung keluar dan dihidangkan. Akhirnya tim tersebut berseru serempak: “INI DIA! TOUCH SCREEN TECHNOLOGY!”

Murid SD Internasional

Pak Guru @Nusantara Hijau Bukankah Bapak yang dari kemarin ngeles tidak menjawab-jawab? Dari kemarin saya minta lho, mana bukti deklaratif Gibran menjanjikan 19 juta lapangan kerja. Tinggal ditunjukkan bukti videonya. Selesai. Dan ternyata tidak kunjung ditampilkan buktinya.

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

BISAKAH BENDA FISIK DI MASA DEPAN DIKIRIM LEWAT GELOMBANG? Mengirim barang lewat gelombang? Lewat email? Itu menarik. Tapi itu masih wilayah khayalan. Fisika boleh maju. Imajinasi boleh liar. Tapi nasi rendang belum bisa di-attach lewat email. Benda fisik tetap butuh bergerak. Dari titik A ke titik B. Yang berubah bukan hukumnya. Tapi alatnya. Truk, kapal, dan pesawat tidak akan hilang. Tapi perannya bisa bergeser. Yang mungkin datang lebih dulu adalah drone. Bukan drone hobi. Tapi drone logistik. Tanpa pilot. Terbang rendah. Jarak pendek. Untuk paket kecil. Untuk daerah sulit. Lalu pesawat tanpa awak. Untuk kargo. Rute tetap. Jam tetap. Tanpa kokpit. Tanpa awak. Lebih ringan. Lebih hemat. Lebih disiplin. Kapal pun bisa menyusul. Otonom. Pelan. Tapi pasti. Tidak capek. Tidak minta lembur. Jadi masa depan pengiriman bukan soal memecah benda jadi gelombang. Tapi memindahkan kendali dari manusia ke mesin. Dari setir ke algoritma. Barang tetap nyata. Tapi yang mengantarnya makin tidak kelihatan. Itu lebih masuk akal. Dan jauh lebih dekat.

Share
Related Articles
Catatan Dahlan Iskan

Hady Alan

Iri. Umur segitu masih sangat sehat. Wajahnya masih halus --tanpa keriput. Ia...

Catatan Dahlan Iskan

Belah Tiga

PERKEMBANGAN terbaru: minyak goreng canola membunuh zaitun. Akhirnya ada pejabat Amerika yang...

Transformasi Ngambek
Catatan Dahlan Iskan

Transformasi Ngambek

Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr Supriyanto SpB saat meraih medali emas...

Catatan Dahlan Iskan

HWW

HWW –hospital without wall: lagi dicoba dilaksanakan di RSUP dr Cipto Mangunkusumo...