Catatan Dahlan Iskan

Stres Debanking

Share
Stres Debanking
Ilustrasi Donald Trump di depan gedung JP Morgan Chase.--
Share

Murid SD Internasional

Sekiranya saya berkesempatan duduk berbincang 1 menit dengan Pak Hady Karyono dan Pak Alan Karyono, saya ingin melontarkan 1 pertanyaan sederhana berikut ini: “Apabila suatu hari nanti usai Bowie AI melakukan 1 juta analisis big-data, Bowie AI menemukan kesimpulan akurat bahwa faktor yang selama ini menghambat skalabilitas distribusi logistik Borwita ternyata… adalah Pak Hady + Pak Alan + seluruh jajaran direksi Borwitaitu sendiri, dan lebih jauh lagi Bowie AI memutuskan secara automatic, intelligent, dan independent, untuk menghapus total akses akun milik Pak Hady + Pak Alan + seluruh jajaran direksi… apa, yang akan Pak Alan dan Pak Hady lakukan?” Pertanyaan ini penting. Kenapa? Karena peran figur decision-maker seorang human, biasanya penuh bias. Contoh: 1. PT Borwita masih menggandeng rekanan usaha yang sebetulnya sudah tidak good-performed, hanya karena “sudah jadi rekan sejak 1980”. 2. PT Borwita enggan melakukan akuisisi strategis dengan PT X, karena “kulturnya kurang sreg” dengan kultur keluarga Hady Karyono. Hal-hal seperti itu pasti akan dianggap “tidak masuk akal”, dari perspektif cara-berpikirnya artificial-intelligent Bowie AI. Sehingga — akan ada kemungkinan yang cukup “dark” — suatu hari nanti, eksistensi keberadaan Pak Hady, Pak Alan, dan segenap jajaran direksi Borwita yang dianggap “menghambat growth Borwita”, menjadi dienyahkantotal, oleh Bowie AI. Nah, siapkah… Pak Hady / Pak Alan, apabila suatu hari nanti, itu terjadi?

Hasyim Muhammad Abdul Haq

Sekarang ini perusuh punya dua pilihan dalam berkomentar pagi di sini. Kita bisa berkomentar tentang topik CHDI, atau topik DIS Morning. Kalau mengomentari DIS Morning di YouTube itu kurang enak karena waktunya sebentar dan nggak bisa menulis panjang. Jadi, paling enak, habis dengerin DIS Morning, lalu komentarnya di sini saja…

Murid SD Internasional

SUMPAH –> “Demi Allah SAYA BERSUMPAH, akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya […]”. JANJI –> “SAYA BERJANJI akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya […]”. BUKAN JANJI –> “JIKA usai pulang kerja saya tidak lembur, INSYA ALLAH saya akan ikut jadwal ronda malam di komplek perumahan”. BUKAN JANJI –> “JIKA program hilirisasi + ekonomi kreatif + UMKM berhasil dikawal, INSYA ALLAH akan tercipta 19 juta lapangan kerja”. #KembaliBelajarLogikaDasar #KembaliBelajarBahasaIndonesia#JanganMauDijebakFramingMedia #JanganMauDisetirEmosi #JanganMauDisetirHawaNafsu

Share
Related Articles
Catatan Dahlan Iskan

Hady Alan

Iri. Umur segitu masih sangat sehat. Wajahnya masih halus --tanpa keriput. Ia...

Catatan Dahlan Iskan

Belah Tiga

PERKEMBANGAN terbaru: minyak goreng canola membunuh zaitun. Akhirnya ada pejabat Amerika yang...

Transformasi Ngambek
Catatan Dahlan Iskan

Transformasi Ngambek

Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr Supriyanto SpB saat meraih medali emas...

Catatan Dahlan Iskan

HWW

HWW –hospital without wall: lagi dicoba dilaksanakan di RSUP dr Cipto Mangunkusumo...