Home News Strategi Daerah Mitra untuk Memperkuat Ekonomi IKN
News

Strategi Daerah Mitra untuk Memperkuat Ekonomi IKN

Share
Data Penduduk IKN 2025
BPS merilis hasil Pendataan Penduduk IKN (PPIKN) 2025. Terungkap fakta unik mulai dari dominasi Gen Z hingga tantangan infrastruktur dasar di kawasan Nusantara.Foto:Setneg
Share

IKNPOS.ID – Pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) menghadirkan pendekatan strategis melalui konsep daerah mitra. Daerah mitra adalah wilayah yang menjalin kerja sama dengan Otorita IKN untuk mendukung pembangunan superhub ekonomi, memperkuat konektivitas antarwilayah, dan mendorong distribusi manfaat pembangunan secara merata.

Konsep ini menekankan bahwa daerah mitra bukan sekadar entitas administratif tambahan, melainkan wilayah yang berperan aktif dalam ekosistem ekonomi IKN. Dengan sinergi yang baik, daerah mitra mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi, membuka peluang investasi, serta meningkatkan kapasitas lokal untuk berperan lebih signifikan dalam pembangunan nasional.

Kerangka Hukum dan Tata Kelola Daerah Mitra

Keberhasilan strategi daerah mitra sangat bergantung pada payung hukum yang jelas. Regulasi ini menetapkan prosedur penetapan daerah mitra, mekanisme kerja sama, serta tanggung jawab dan hak setiap pihak. Kerangka hukum yang kokoh menjadi dasar bagi transparansi, akuntabilitas, dan kepastian hukum bagi investor maupun pemerintah daerah.

Undang-Undang No. 21 Tahun 2023 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 3 Tahun 2022 mengatur bahwa daerah mitra tidak lagi terbatas di Pulau Kalimantan, melainkan dapat mencakup wilayah yang memiliki potensi strategis untuk mendukung superhub ekonomi. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi Otorita IKN dalam membangun jaringan kerja sama lintas wilayah dan memaksimalkan potensi ekonomi Nusantara.

Kolaborasi Multi-Pihak dalam Pengembangan Daerah Mitra

Penyusunan dan implementasi daerah mitra menuntut keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat. Pendekatan kolaboratif ini memastikan regulasi yang diterapkan bersifat inklusif, responsif terhadap kebutuhan lokal, dan selaras dengan tujuan pembangunan nasional.

Pendekatan kolaboratif sejalan dengan praktik tata kelola modern di tingkat internasional, di mana keterlibatan multi-pihak terbukti meningkatkan efektivitas pembangunan, mengurangi risiko konflik kepentingan, dan mendorong pemerataan manfaat ekonomi. Studi World Bank pada 2021 menunjukkan bahwa partisipasi publik yang terstruktur mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di tingkat wilayah.

Share
Related Articles
Wapres Gibran melakukan kunjungan kerja ke IKN.
News

Wapres Gibran Tegaskan IKN Tak Mangkrak, Progres Pembangunan Sesuai Jadwal

IKNPOS.ID - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa pembangunan Ibu...

News

30 Persen Pegawai Otorita IKN Berasal dari Putra Daerah Kalimantan Timur

IKNPOS.ID - Keterlibatan masyarakat lokal dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kian...

Ekowisata Ibu Kota Nusantara
News

Kaltim Siap Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Nasional Seiring Perkembangan IKN

IKNPOS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menegaskan komitmennya untuk mengambil...

Trump Ancam Tarif Impor Bagi Negara yang Halangi AS Kuasai Greenland
News

Pesawat Militer AS Ramai-ramai Bergerak ke Timur Tengah, Siap Perang dengan Iran?

IKNPOS.ID - Pergerakan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah kembali menjadi...