IKNPOS.ID – Angka kasus malaria yang tercatat di puskesmas Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami penurunan cukup signifikan pada 2025. Fakta itu diungkapkan Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU.
Dinker PPU menemukan 1.315 kasus malaria sepanjang 2023, kemudian terdata mengalami penurunan menjadi 558 kasus selama tahun 2024, dan pada tahun 2025 turun lebih dari 50 persen menjadi 169 kasus.
Dengan kondisi ini, Kabupaten PPU saat ini masuk zona hijau malaria, dari sebelumnya zona kuning malaria.
“Pemerintah kabupaten berhasil turunkan kasus malaria pada 2025, sehingga kini masuk dalam daerah zona hijau malaria,” ujar Fungsional Entomologi Dinkes PPU, Ponco Waluyo, Selasa, 6 Januari 2026.
Upaya Pengentasan Malaria
Ia menjelaskan, Dinkes PPU melakukan langkah-langkah pengentasan malaria, antara lain dengan membagikan kelambu insektisida antimalaria, terutama di wilayah endemis malaria, melalui masing-masing puskesmas yang berada di wilayah endemis.
“Juga menyebarkan kader kesehatan untuk memantau langsung di wilayah terpencil atau pelosok, serta pembagian obat antimalaria,” tambahnya.
Ponco menambahkan, dari laporan pada 2025, kasus malaria paling banyak ditangani Puskesmas Sotek,yakni 86 kasus dan di wilayah Kecamatan Sepaku sebanyak 36 kasus. Sisanya di wilayah Kecamatan Babulu, Kecamatan Waru, dan sebagian wilayah Kecamatan Penajam.
Kasus malaria tercatat hanya 25 persen penularan terjadi di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan 75 persen terdata penularan malaria terjadi di luar kabupaten setempat, terutama yang penduduknya bekerja sektor perkebunan dan kehutanan.






















