Ia berdoa agar mimpi buruk itu tidak terwujud. Namun menekankan doa saja tidak cukup tanpa aksi nyata seluruh umat manusia.
Sebagai solusi konkret, SBY menyarankan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif mengadakan Sidang Umum Darurat (Emergency UN General Assembly).
Agenda utamanya adalah merumuskan langkah-langkah nyata mencegah krisis dunia berskala besar.
Ia menyadari PBB saat ini dinilai lemah. Namun janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan juga doing nothing.
” Seruan ini mungkin seperti “berseru di padang pasir”. Tetapi bisa menjadi awal kesadaran kolektif. “Ingat, if there is a will, there is a way,” terangnya.
SBY juga mengingatkan pesan dari Edmund Burke dan Albert Einstein, kehancuran dunia seringkali terjadi bukan karena ulah orang jahat. Tetapi karena orang-orang baik membiarkannya terjadi.
Peringatan ini sekaligus ajakan untuk semua pihak, terutama para pemimpin dan masyarakat global, untuk tidak tinggal diam menyaksikan eskalasi konflik dan mulai berbicara serta berupaya mencari solusi, meskipun jalannya terlihat sempit.
- Analisis geopolitik SBY terbaru
- analisis geopolitik Susilo Bambang Yudhoyono
- analisis SBY situasi global 2026
- ancaman keamanan internasional 2026
- ancaman perang dunia dan senjata nuklir
- ancaman perang nuklir menurut SBY
- dampak perang dunia 5 miliar korban
- Headline
- konflik global dan geopolitik dunia
- pencegahan kiamat nuklir
- peran PBB cegah perang dunia
- peran PBB mencegah perang dunia
- Perang Dunia 3 Sudah di Depan Mata
- Perang Dunia III
- Perang Dunia Ketiga
- perbandingan sejarah PD1 PD2 dengan sekarang
- Peringatan Perang Dunia SBY
- SBY
- SBY Perang Dunia 3
- SBY tentang Perang Dunia Ketiga
- sejarah perang dunia 1914 1939
- seruan SBY ke PBB sidang darurat
- Susilo Bambang Yudhoyono PD III