Home Ragam Saham BTN Masih Menarik Dicermati, Ditopang KUR Perumahan
Ragam

Saham BTN Masih Menarik Dicermati, Ditopang KUR Perumahan

Share
Saham BTN 2026
Saham BTN tetap menarik untuk dicermati investor di awal 2026. Dukungan program KUR perumahan dan kinerja defensif menjadikan BBTN pilihan investasi yang potensial dengan target harga Rp 1.300 per saham.Foto:Ilustrasi/BTN
Share

IKNPOS.ID – Tren saham perbankan belum sepenuhnya pulih pada awal tahun ini. Meski begitu, sejumlah saham bank pelat merah masih layak dicermati investor. Salah satunya PT Bank Tabungan Negara Tbk (kode emiten: BBTN).

Dibandingkan bank BUMN lain, koreksi saham BBTN terbilang relatif terbatas. Sejak awal 2026, saham BBTN tercatat hanya melemah 1,28 persen ke level Rp 1.160 per saham. Kinerja tersebut lebih baik dibandingkan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Saham BMRI telah turun 6,67 persen, sementara BBNI melemah 4,35 persen sepanjang tahun berjalan.

Performa yang relatif defensif ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli (buy) untuk saham BBTN dengan target harga Rp 1.300 per saham. Rekomendasi tersebut ditopang oleh peluang peningkatan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM). Seiring pelaksanaan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan pada 2026.

Pemerintah menetapkan target penyaluran KUR perumahan nasional sebesar Rp 36 triliun tahun ini. BTN, sebagai bank yang fokus pada pembiayaan perumahan, berkomitmen menyalurkan Rp 10 triliun atau sekitar 27,8 persen dari total target nasional tersebut.

“Dari sisi kinerja, estimasi penyaluran KUR perumahan sebesar Rp 10 triliun pada tahun fiskal 2026 diperkirakan berkontribusi sekitar 2,4 persen terhadap total kredit BTN serta meningkatkan NIM sekitar 4 basis poin,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.

Terkait kredit tahun 2026, BTN diproyeksikan mampu mencatat pertumbuhan sebesar 9,8 persen. Angka tersebut mendekati target manajemen BTN di kisaran 10-11 persen, serta lebih tinggi dibandingkan estimasi pertumbuhan kredit 2025 yang sebesar 7,8 persen. Sementara itu, rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau loan to deposit ratio (LDR) perseroan diperkirakan tetap stabil di kisaran 92,9 persen sepanjang tahun ini.

Seiring dengan pertumbuhan kredit tersebut, laba bersih BBTN diprediksi meningkat menjadi Rp 3,22 triliun pada 2026, dibandingkan estimasi tahun sebelumnya sebesar Rp 3,10 triliun. Dari sisi valuasi, rasio price to earnings (PER) BBTN diperkirakan berada di level 4,8 kali, mencerminkan valuasi yang masih relatif menarik bagi investor.

Share
Related Articles
BTN
Ragam

Developer Nakal Rugikan Konsumen dan Bank

IKNPOS.ID - Perkembangan kasus dugaan korupsi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang...

BTN KPP
Ragam

BTN Salurkan KPP Rp7,4 Triliun, Menteri PKP Apresiasi Peran Strategis Pembiayaan Ekosistem Perumahan

IKNPOS.ID - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat dukungan...

BTN
Ragam

Kuasa Hukum BTN Siap Layangkan Somasi Terkait Klaim Dana Nasabah, Ungkap Fakta di Balik Isu Rp17 Miliar

IKNPOS.ID - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melalui Kuasa Hukumnya,...

BTN Beyond Mortgage
Ragam

BTN Percepat Beyond Mortgage, Porsi Kredit Non-Perumahan Dibidik 30 Persen

IKNPOS.ID - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mempercepat strategi Beyond...