Muh Nursalim
Anak kyai pintar sekali. Terkadang melebihi bapaknya. Itu umumnya. Terus umat bilang krn dpt ilmu laduni. Langsung pintar dari Alloh tanpa belajar. Padahal mereka jungkir balik dlm belajar. Tekun dan tanpa kenal waktu mengkaji kitab2. Tidak ada itu ilmu laduni. Semua gus dan lora yg alim merupakan hasil belajarnya. Bukan tiba2 pintar.
Johannes Kitono
Mandi Kutilang. Minggu pagi ini setelah Misa di MBL mampir ke Anggrek Cafe di PL-TA. Bangku panjang tempat ngopi terlihat kosong melompong. Gerimis rintik rintik membuat peserta ngopi lebih senang nikmati tidurnya.Sambil tersenyum peluk pasangan atau bantal bagi yang jomblo. Beberapa ekor Kutilang terlihat berkicau bercengkrema di pohon Allamanda.Kombinasi bunga Terompet emas dengan bulu Kutilang.Sungguh indah dipandang mata. Biar hujan atau panas Kutilang di PL-TA tetap setia. Selalu datang berkicau ditempat ngopi. Tidak terganggu suara dahak RP, peserta diskusi yang selevelRocky Gelo. Kicauan Kutilang seolah ucapan terima kasih. Atas pisang atau buah Apel sajian bro Sambo, CEO Anggrek Cafe. Pagi ini pisang sudah tinggal kulit. Mereka tetap bermandi ria megepak kepak sayapnya. Kutilang ( Pycnonotus aurigaster ) adalah burung simbol kebahagian, hokie. Mereka memakan serangga hama tanaman.Membantu menjaga keseimbangan alam TA. Biar tetap damai dan harmoni. Buah di dahan Allamanda Cafe Anggrek adalah bonus tambahan. Selain kutilang di pohon samping bangku kayu .Terkadang ada juga Kutilang langsing yang bahunya bertatto. Menyendiri duduk dikantin. Kutilang satu ini setinggi pramugari SQ. Walakin tidak bisa berkicau tapi senyum indahnya penuh misteri. Ada peserta ngopi yang merasa hokie. Merasa Kutilang made in China ini tersenyum padanya. Sudah 3 hari Kutilang cantik absen. Entah kena Super Flu atau pelet peserta diskusi. Semoga besok mau muncul lagi. S S H B .
Hasyim Muhammad Abdul Haq
Sekarang, meski anaknya tidak dititipkan ke kiai temannya, kalau nakal tetap tidak dihukum karena takut dilaporkan ke Komisi Anak.







