ALI FAUZI
Sholawatan itu bentuk cinta paling remeh kepada Nabi Muhammad SAW. Bentuk cinta paling berat ya…. terus mensuritauladi pemikiran dan tindakan Beliau.
Sadewa 19
Entahlah ajaran darimana. Sholawat kepada Nabi saat ini sering disalah gunakan. Kepengen rumah tingkat, sholawatin aja dulu. Kepengen istri empat sholawatin aja dulu. Kepengen jadi pejabat, sholawatin aja dulu. Menurut keyakinan saya, ini salah kaprah rentang sholawat. Terima kasih Abah sudah mengingatkan. Imam Jazuli merasa ditegur kurang sholawat. Justru saat beliau ingin wudhu, bukan ingin hal hal duniawi yg sering kita bayangkan. Ingin ganti wapres. Sholawatin aja dulu…#duh..
D’ Swan
Anak kiyai atau ulama pembangkang? Konon syhekh Djamil Djambek dulunya seorang parewa, preman yang meresahkan di masyarakat namun kemudian menjadi ulama besar Minang. Salah satu anaknya Kolonel Dahlan Djambek menjadi menteri di Pe merintahan Revolusioner Republik Indonesia PRRI. Pembangkang juga sih .
Ciga Sama
DIS Morning. Setiap Hari. Jam lima pagi. Tapi lima pagi yang mana, Bah? WIB, WITA, atau WIT? Sepertinya WIB. Karena negeri ini terbiasa menjadikan Jawa sebagai matahari. Lalu bagaimana kalau Abah sedang di Papua, saat jam sudah tujuh dan kopi hampir habis? Atau di kansas city, di mana matahari belum niat bangun sementara DIS Morning baru dimulai?
Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺
@pak Xiaomi.. Kalau kawin lari, memang sering muncul pertanyaan: “Lah, walinya siapa? Wong bapaknya masih ada?” Jawabannya sederhana tapi jenaka: “Karena kawinnya lari, bapaknya mewakilkan ke keluarganya. Yang masih kuat lari.. #pak KUA..
Yos Os Nursal
Kiai itu berdiri ditengah sambil memegang Mic dengan kedua tangannya. Habaib dan tokoh agama lainnya duduk disamping kanan dan kirinya. Begitu terlihat di foto halaman pertama kitab itu. Sepertinya beliau sedang memberi kata sambutan. Menurut pakar bahasa tubuh, jika ada orang memegang mic dengan kedua tangannya ada kemungkinan dia sedang gugup. Perlu pegangan yang kuat agar gugupnya tidak terlihat. Saya menduga, Kiai itu gugup bukan karena materi sambutan yang akan disampaikannya. Sangat yakin beliau jago sekali dalam hal kata sambut menyambut seperti itu. Bergamis putih panjang,bersorban dan sampir bermotif hitam putih dipundak yang kedua ujungnya menjulur kedepan sampai kebawah pusarnya. Gamisnya lebih habaib dari habaib yang duduk disebelah kanannya. Sorbannya terlihat lebih alim dari tokoh agama yang duduk disebelah kirinya. Salah kostum. Gugup. Dugaan saya. Tidak berlebihan rasanya saya menyebut beliau Kiai dari Magetan. Asal usul kata Kiai menguatkan istilah itu. Dalam bahasa jawa Kiai bisa diartikan “dituakan dan dihormati”. Dituakan oleh generasi setelahnya dan dihormati oleh bawahannya. Tidak sedikit perusuh angkat Ampu Jari karena keilmuannya di figih kehidupan. Fiqih yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Itulah sedikit kisah Kiai “Elan” yang lahir di Magetan. Dibalut dengan sobekan sarung milik ayahnya ketika baru lahir. Saking tidak punyanya,saking miskinnya. Ketika itu. Kisah ini di nukil dari Kitab The Next One halaman pertama.







