Taufik Hidayat
Waduk . Cerita abah DI dalam artikel ini adalah tentang pulau Madura. Walau bukan kampung saya tapi cukup banyak kenangan karena sempat main man kesana beberapa kali dalam kurun waktu yang berbeda. Masih segar dalam ingatan berkunjung ke sana lebih 35 tahun lalu. Masih di awal thn 1990 an. Tentu saja belum ada jembatan Suramadu, jadi naik ferry . Lalu nginep di sampang. Yah kalau di Madura yang berkesan adalah kemana mana tidak pakai celana alias saringan . Jalan jalan nya sampai Pamekasan yag ada Dian yang tak kunjung padam, ziarah ke makam Makam wali, sampai ke Sumenep yaitu ke Asta Tinggi. Sesudah itu beberapa kali lagi jalan jalan ke Madura yang ini khusus wisata . Jadi nginap di hotel di Pamekasan. Jalan jalannya juga sampai ke Sumenep sampai ke pantai Lombang dan tentu tetap ziarah ke makam makam. Yang terakhir mungkin dua atau tiga tahun lalu. Naik mobil dari jakarta Yogya Surabaya . Setelah nginap di Surabaya kita jalan ke Bangkalan, ke bukit Jaddih, , Pemandian Goa Putih, kemudian ke Arosbaya, ziarah ke Airmata . Dari sini menuju ke sampang . Nah lewat Kampak dan kemudian Lerpak ini. Yang tetap menarik di Madura adalah karena banyak pesantren, orang pakai sarung kemana mana dan bahkan banyak yang naik mobil sambil berdiri pegangan di belakang mobil. Kadang kadang jadi ingat Myanmar dengan longyi nya.
ikhwan guru sejarah
Saya dulu sempat terpengaruh ceramah Ucup Mansur, tentang sholawat ini. Sholawat untuk segala hal duniawi. Lama-lama saya pikir, sholawat macam gini malah merendahkan Rasulullah SAW. Bukan mencintai, bukan mendoakan, malah menjadikan mantra nafsu pribadi.
Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺
@pak Sadewa.. Sholawat itu ibadah, bukan mesin ATM spiritual. Bukan tombol “request duniawi”. Masalahnya bukan di sholawatnya. Masalahnya di niat dan logika beragamanya. Imam Jazuli ditegur karena lalai adab, bukan karena target dunia. Beliau ingin wudhu. Bersih dulu. Taat dulu. Hari yang sering terjadi ini malahbkebalik. Ambisi dulu. Kekuasaan dulu. Syahwat dulu. Lalu sholawat dijadikan stempel. ### Kalau semua cukup “sholawatin aja dulu”, ngapain belajar, bekerja, berikhtiar, dan bertanggung jawab? Agama jadi mantra. Bukan tuntunan.







