fin.co.id – Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menarik minat investor kelas dunia. Kali ini, perusahaan konstruksi dan real estat raksasa asal Uni Emirat Arab (UEA), Ayedh Dejem Group, resmi menanamkan modal sebesar Rp4 triliun untuk membangun kawasan terpadu (mixed-use) di pusat pemerintahan baru Indonesia tersebut.
Sinergi Ekonomi Global di Jantung Nusantara
Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN (OIKN), Sudiro Roi Santoso, bersama Chairman Ayedh Dejem Group, Syeikh Ayedh Dejem, pada Jumat 23 Januari 2026. Proyek ambisius ini akan menempati lahan seluas 9,7 hektare di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A, posisi yang sangat premium karena bersandingan langsung dengan Plaza Bhinneka Tunggal Ika.
Syeikh Ayedh Dejem menyatakan optimisme tingginya terhadap masa depan IKN.
“Melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang signifikan serta populasi yang besar, kami yakin ekonomi di IKN akan tumbuh pesat. Sebagai pengembang dari Dubai yang berada di lingkaran 20 ekonomi terbesar dunia, kami sangat menantikan pertumbuhan besar di bidang real estat di Nusantara,” ungkapnya.
Fasilitas Lengkap: Dari Mall Hingga Masjid Dalam perencanaan yang telah disepakati, Ayedh Dejem Group bakal menyulap lahan strategis tersebut menjadi kompleks modern yang komprehensif. Proyek ini mencakup pengembangan:
Kompleks perkantoran modern.
Area komersial dan pusat perbelanjaan (shopping mall) kelas dunia.
Fasilitas ibadah berupa masjid ikonik.
Otorita IKN menyambut positif tuntasnya alokasi lahan ini sebagai bukti kepercayaan dunia internasional terhadap keberlanjutan proyek ibu kota baru.
Tahapan Konstruksi dan Estimasi Waktu
Setelah penandatanganan ini, proyek akan memasuki fase pra-konstruksi yang meliputi pendetailan perencanaan, pengurusan perizinan, hingga proses pelelangan kontraktor. Proses administratif ini ditargetkan rampung paling lambat dalam waktu 1,5 tahun ke depan.
Sesuai jadwal yang telah disusun, pembangunan fisik secara masif akan dimulai pada pertengahan tahun 2027. Pengerjaan proyek ini diproyeksikan terus berlangsung secara berkelanjutan hingga lima tahun mendatang untuk memastikan kualitas bangunan yang setara dengan standar global di Dubai. Realisasi investasi ini merupakan hasil proses panjang sejak kunjungan langsung pihak Dubai ke IKN pada Mei 2025 lalu.







