IKNPOS.ID – Pi Network kembali menjadi perbincangan di kalangan komunitas kripto global. Proyek blockchain yang mengusung konsep mining berbasis ponsel ini dinilai mulai menunjukkan arah pengembangan yang lebih jelas melalui penguatan ekosistem internal dan eksternal.
Sejumlah pengamat kripto menilai, nilai sesungguhnya Pi Network tidak hanya bergantung pada spekulasi harga, tetapi pada sejauh mana ekosistemnya mampu digunakan secara nyata dalam aktivitas sehari-hari. Dua fondasi utama yang menjadi penopang ekosistem Pi Network adalah sistem endogenous dan exogenous.
Ekosistem Internal Jadi Mesin Utama Transaksi
Ekosistem endogenous merujuk pada aplikasi terdesentralisasi atau DApps yang dikembangkan serta dikurasi langsung oleh Pi Core Team. Aplikasi-aplikasi ini tersedia di katalog Mainnet dan dirancang untuk mendukung penggunaan Pi dalam skenario dunia nyata.
Ketika DApps tersebut benar-benar digunakan secara luas, volume transaksi Pi diperkirakan meningkat signifikan. Lonjakan aktivitas ini tidak hanya memperkuat utilitas Pi, tetapi juga menghasilkan pendapatan dari biaya transaksi di dalam jaringan.
Dalam kondisi ini, peran Node menjadi semakin krusial. Node bertugas memvalidasi dan mengamankan transaksi, sehingga keberlanjutan jaringan tetap terjaga. Semakin tinggi aktivitas transaksi, semakin besar pula manfaat yang diperoleh Node dalam ekosistem Pi Network.
Proyek Pihak Ketiga Dorong Adopsi Lebih Luas
Selain ekosistem internal, Pi Network juga ditopang oleh ekosistem exogenous atau eksternal. Ekosistem ini mencakup proyek-proyek independen yang tidak dikendalikan langsung oleh Pi Core Team, namun secara spesifik menyasar kebutuhan komunitas Pioneer.
Beberapa proyek pihak ketiga yang menonjol antara lain layanan staking Pi, dompet kustodian bagi Pioneer yang belum memiliki dompet Mainnet, hingga platform pinjaman berbasis jaminan Pi. Kehadiran proyek-proyek ini memperluas fungsi Pi, tidak sekadar sebagai aset digital, tetapi juga sebagai alat ekonomi dalam komunitasnya sendiri.







