Catatan Dahlan Iskan

Point 100

Share
Share

Akhirnya toko Yusuf ditutup. Ia sendiri sudah agak lama ingin menutup tokonya. Toh kelak bisa buka lagi, kapan saja.

Setelah toko ditutup Yusuf mengurus e-wallet-nya. Kan ada sejumlah uang di e-wallet –dari pembayaran-pembayaran sebelum itu. Nilainya USD20.000.

Maka Yusuf menghubungi Customer Service (CS) SPS: ingin mencairkan uangnya.

Yusuf kecewa: ternyata ia tidak bisa mencairkannya. Hanya toko yang punya poin 100 yang bisa mencairkan uang di e-wallet. Poin Yusuf tinggal 93 –akibat dua kali tidak komit dengan pemesanan.

Masih ada jalan agar Yusuf bisa mencairkan uang USD20.000 di e-wallet. Yakni harus menambah poin menjadi 100 lagi. Caranya: membeli poin. Harga satu poin USD1.000. Berarti Yusuf harus mencari uang USD7.000. Sulit.

Yusuf menceritakan kesulitannya itu ke si dia. Dia mengatakan bisa membantu tapi hanya USD3.000. Bentuknya pinjaman. Itu pun dengan syarat Yusuf sudah memasukkan uang USD2.000 ke SPS Commerce.

Yusuf pontang panting mencari uang sekitar Rp 25 juta rupiah. Gagal.

Dua minggu kemudian Yusuf bisa dapat pinjaman USD1500. Yusuf kembali kontak si dia. Akan dibantu. Yusuf pun menghubungi CS. Ternyata sudah tidak bisa lagi. Ups… Masih bisa. Syaratnya: harga poin sudah naik. Menjadi USD2.000 per poin. Tentu Yusuf tidak mampu.

Dari sini Yusuf mulai curiga: jangan-jangan ini sindikat penipuan online. Yusuf pun curhat ke radio Surabaya Surabaya. Lalu ke Polda Jatim.

Awalnya Yusuf tidak memberitahukan semua kesulitan itu ke istrinya. Tapi tidak bisa lagi. Harapan uangnya cair tidak ada lagi. Maka ia beritahu sang istri. Sebagian uang hilang itu dipinjam dari tabungan sang istri –yang hanya karena rayuan Yusuf akhirnya diberikan.

Hubungannya dengan si dia juga tidak berlanjut. Si dia mengaku lagi sakit. Yusuf sudah mengirim email ke dia: tidak akan mengganggunyi lagi.

Yusuf tidak tahu apakah dia sakit beneran. Yusuf tidak bisa ke Malaysia untuk menengoknyi . (Dahlan Iskan)

Share
Related Articles
Board Manual
Catatan Dahlan Iskan

Board Manual

Apakah semua keputusan direksi BUMN harus minta persetujuan komisaris? Di BUMN itu...

Kumpul Optimis
Catatan Dahlan Iskan

Kumpul Optimis

Dua hari yang happy: Sabtu-Minggu kemarin. Sejak pagi sampai menjelang malam. Itulah...

Stres Debanking
Catatan Dahlan Iskan

Stres Debanking

Debanking. Unbanked. Itu dua hal yang berbeda. Yang lagi digugat Donald Trump...

Catatan Dahlan Iskan

Hady Alan

Iri. Umur segitu masih sangat sehat. Wajahnya masih halus --tanpa keriput. Ia...