IKNPOS.ID – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menutup perjalanan tahun 2025 dengan penuh khidmat melalui doa bersama yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, momen pergantian tahun ini dilakukan Anggoro langsung dari Aceh, di tengah misi kemanusiaan membersamai masyarakat yang terdampak bencana.
Kehadiran pucuk pimpinan BSI di Aceh ini menjadi simbol kuat bahwa bagi BSI, kinerja perbankan tidak semata soal angka, namun tentang kehadiran nyata di tengah masyarakat. Di sela-sela peninjauan pemulihan layanan, Anggoro memastikan bahwa operasional BSI di seluruh wilayah terdampak telah pulih 100% dan siap melayani kebutuhan transaksi masyarakat menyambut tahun baru.
Tahun 2025 tercatat sebagai tahun yang penuh tantangan sekaligus pembuktian bagi BSI. Perseroan berhasil membuktikan bahwa ujian dapat diubah menjadi momentum untuk memperkuat barisan. Hal ini tercermin dari kinerja keuangan yang impresif hingga Triwulan III 2025, yang menegaskan fundamental bisnis yang kian kokoh.
“Alhamdulillah, BSI menutup tahun ini dengan rasa syukur mendalam. Di tengah dinamika global dan domestik, BSI tetap tumbuh solid. Ini adalah bukti dari resilience (ketahanan) perbankan syariah yang didukung oleh ekosistem yang kuat,” ujar Anggoro.
Hingga September 2025, BSI mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan sebesar 9,04% secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp5,57 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang sehat sebesar 12,65% menjadi Rp301 triliun, serta penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 15,65% mencapai Rp348,38 triliun.
Kualitas aset juga terjaga dengan baik, tercermin dari rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross yang berada di level 1,84%, menunjukkan prinsip kehati-hatian yang diterapkan perseroan.
Lebih dari sekadar angka, tahun 2025 menjadi tonggak sejarah dengan dikukuhkannya BSI sebagai Bullion Bank pertama di Indonesia. Pencapaian ini menegaskan posisi BSI sebagai lokomotif transformasi keuangan syariah, menghadirkan layanan emas yang terintegrasi dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Anggoro menegaskan bahwa BSI memiliki Double Power yakni sebagai Bullion Bank pertama dan bank syariah terbesar di Indonesia.
“Di Aceh, kami diingatkan kembali pada esensi perbankan syariah. Bahwa keberhasilan terbesar bukan terletak pada profit semata, melainkan seberapa besar arti dan manfaat yang bisa kami berikan bagi sesama, terutama di saat saudara kita membutuhkan. Inilah spirit BSI yang sesungguhnya,” tambah Anggoro.
Refleksi akhir tahun ini menjadi landasan kuat bagi BSI untuk melangkah ke tahun 2026. Mengusung semangat baru “Empati Melayani, Antusias Sepenuh Hati”, BSI berkomitmen menghadirkan layanan yang lebih responsif, bernilai jangka panjang, dan berdampak luas.
“Tahun 2026 akan menjadi fase di mana BSI semakin dalam menyentuh hati nasabah. Kami ingin hadir tidak hanya sebagai bank, tetapi sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual yang memberikan solusi tuntas bagi masyarakat dan bangsa,” tutup Anggoro.
Kegiatan doa bersama akhir tahun ini diikuti oleh seluruh Insan BSI di seluruh Indonesia secara hybrid, sebagai wujud muhasabah atas ikhtiar yang telah dilalui dan harapan untuk keberkahan di tahun mendatang. (*)



