IKNPOS.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) tengah mempercepat pembangunan area pendidikan sebagai layanan terpadu di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Fasilitas ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga serta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mulai menempati ibu kota baru tersebut.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pembangunan sektor pendidikan berjalan secara paralel dengan penyediaan layanan pendukung lainnya. Strategi ini memastikan aktivitas sosial dan proses hunian di IKN dapat berlangsung beriringan tanpa hambatan akses layanan publik.
“Kami menyiapkan model pendidikan terpadu untuk memudahkan akses dan meningkatkan kualitas layanan. Hal ini juga bertujuan menekan kebutuhan mobilitas harian warga di KIPP,” ujar Basuki saat meninjau lokasi di Sepaku, Minggu (4/1/2026).
Basuki menambahkan bahwa dukungan politik dan keberlanjutan proyek sangat krusial agar pengembangan IKN tetap berjalan sesuai target. Area pendidikan tersebut akan mencakup jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Target Operasional 2026
Saat ini, infrastruktur pendidikan di KIPP IKN sedang dalam tahap persiapan intensif menjelang tahun ajaran 2026/2027. Salah satu institusi yang menjadi sorotan adalah SMA Taruna Nusantara. Sekolah unggulan ini ditargetkan mulai menerima peserta didik baru pada tahun 2026 mendatang.
Menurut Basuki, kehadiran SMA Taruna Nusantara akan melengkapi ekosistem pendidikan di IKN. Institusi ini diharapkan menjadi fondasi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dengan fokus pada pembentukan karakter, daya saing, serta wawasan kebangsaan.
Pembangunan fasilitas pendidikan ini juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk program inovasi partisipasi semesta. Dengan fasilitas yang terintegrasi, Otorita IKN optimistis kawasan ini akan menjadi magnet bagi keluarga ASN dan warga umum untuk segera menetap dan berkontribusi di Ibu Kota Nusantara.






















