Memasuki siang hari berikutnya, Senin (19/1/2026), proses evakuasi dilanjutkan dengan sistem estafet. Mengingat kondisi fisik tim pertama yang sudah mencapai batas maksimal, tanggung jawab evakuasi diserahkan kepada tim kedua.
Perjalanan darat menuju Desa Lampeso memakan waktu hingga 20 jam melintasi medan bervariasi, mulai dari punggungan gunung hingga menyeberangi sungai. Setelah menempuh jalan setapak sejauh 15 kilometer dan berjalan kaki tambahan 5 kilometer, jenazah akhirnya mencapai titik intercept untuk dibawa menuju RS Bhayangkara Makassar guna proses identifikasi oleh tim DVI.
Hingga laporan ini disusun, tim terus memantau pergerakan evakuasi di lapangan. Keberhasilan mengevakuasi korban pertama ini menjadi titik terang bagi pencarian korban lainnya di tengah tantangan alam Pegunungan Bulu Saraung yang tidak terduga.
- ATR 42-500
- Basarnas Makassar
- Berita SAR
- Evakuasi Pesawat
- Kecelakaan Pesawat
- Kronologi evakuasi pesawat rute Yogyakarta-Makassar
- Maros
- Medan ekstrem Pegunungan Bulu Saraung pesawat jatuh
- Operasi Kemanusiaan
- Pangkep
- Proses evakuasi korban kecelakaan pesawat di Maros
- Sulawesi Selatan
- Tim SAR gabungan terjebak cuaca ekstrem Sulsel