Gus Yahya juga mengakui bahwa Board of Peace diisi oleh berbagai kepentingan, termasuk dari Israel dan Amerika Serikat. Namun, kehadiran Indonesia justru diharapkan dapat menyuarakan kepentingan Palestina.
“Saya sangat mendukung agar Presiden Prabowo Subianto memainkan peran itu dengan sungguh-sungguh supaya dari waktu ke waktu terus menerus kita jangan sampai absen di dalam apapun untuk membantu Palestina,” pungkasnya. *






