“DWP diharapkan dapat terus berkontribusi nyata melalui program ketahanan pangan dan gizi keluarga, sehingga manfaat pembangunan IKN benar-benar dirasakan masyarakat,” tutur Elita.
Sementara itu, Kepala SKB BI IKN, Syachman Perdyner, menilai Gerakan Pangan Murah sejalan dengan komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga pangan dan mendukung kesejahteraan sosial.
“Program ini diharapkan mampu membantu menjaga kestabilan harga pangan di wilayah IKN. Kami mengapresiasi Otorita IKN atas kolaborasi yang terbangun dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan OPM ini, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Sejumlah tenant menyediakan sembilan bahan pokok (sembako) seperti beras, telur, gula, minyak goreng, gas elpiji, serta bahan masakan lainnya.
Ketersediaan pangan murah tersebut diharapkan mampu menjamin pasokan pangan, menekan beban pengeluaran rumah tangga, sekaligus mendukung pemenuhan gizi keluarga.
Melalui Gerakan Pangan Murah, Otorita IKN menegaskan komitmennya bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan gizi masyarakat, serta membangun sumber daya manusia unggul sebagai fondasi utama pembangunan IKN ke depan.







