Paparan cereulide dapat memicu gejala seperti:
- Muntah hebat
- Diare
- Lemas tidak biasa
Gejala biasanya muncul 30 menit hingga 6 jam setelah konsumsi. BPOM mengimbau masyarakat yang memiliki produk dengan nomor bets terdampak agar:
- Segera menghentikan penggunaan
- Mengembalikan produk ke tempat pembelian
- Atau menghubungi layanan konsumen Nestlé Indonesia untuk penukaran atau pengembalian dana
BPOM menegaskan produk Nestlé lainnya tetap aman, termasuk S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets di luar daftar penarikan.
Pengawasan pre-market dan post-market akan terus diperkuat, termasuk kerja sama dengan otoritas internasional.
BPOM juga mengajak masyarakat untuk menerapkan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa) sebelum membeli produk pangan.
Klarifikasi Nestle Indonesia
Nestlé Indonesia menegaskan seluruh produk yang dipasarkan di Indonesia aman dikonsumsi dan telah memenuhi standar mutu nasional. Pernyataan ini disampaikan melalui akun resmi media sosial perusahaan.
“Seluruh produk yang dipasarkan oleh Nestlé Indonesia aman untuk dikonsumsi,” tulis manajemen Nestlé Indonesia.
Nestlé memastikan fasilitas produksi lokal tidak terdampak isu global. Sementara produk impor telah melalui pengujian ketat sebelum dipasarkan.
- BPOM peringatan pangan global
- BPOM tarik susu bayi S-26
- cereulide Bacillus cereus
- Headline
- keamanan susu formula bayi
- Klarifikasi Nestlé Indonesia
- Nestle
- Nestle Indonesia
- penarikan susu formula bayi BPOM
- recall susu bayi Nestlé Indonesia
- S-26 Promil Gold pHPro 1
- S-26 Promil Gold pHPro 1 ditarik
- S-26 Promil Gold pHPro 1 Nestle
- susu bayi impor Nestlé bermasalah
- Susu Formula Bayi S-26 Promil Gold pHPro 1







