IKNPOS.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai menerapkan sistem transparansi penggunaan energi bagi penghuni rumah susun aparatur sipil negara (Rusun ASN) melalui teknologi smart metering. Inovasi ini memungkinkan konsumsi listrik dan air dipantau secara real-time, sekaligus menjadi langkah konkret mencegah pemborosan sumber daya di ibu kota baru Indonesia.
Penerapan teknologi ini menandai keseriusan IKN dalam membangun kawasan smart city yang berkelanjutan, dengan keterbukaan informasi sebagai fondasi utama.
Hasil uji coba smart metering disosialisasikan oleh Otorita IKN di kantornya pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya keterbukaan informasi publik, khususnya terkait bagaimana konsumsi energi diukur, dianalisis, dan dikelola di gedung-gedung cerdas IKN.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, menegaskan bahwa teknologi ini dirancang bukan hanya sebagai alat ukur, tetapi juga sebagai sarana membangun kesadaran kolektif.
“Tujuan smart city bukan hanya soal teknologi, tetapi membentuk smart citizen. Melalui smart metering, masyarakat diberi alat untuk lebih bijak dan efisien dalam menggunakan energi dan air,” ujar Agung.
Konsumsi Energi Terpantau Real-Time
Berbeda dengan sistem pencatatan manual, smart metering menggunakan sensor digital yang mencatat pemakaian energi secara langsung dan akurat. Bagi penghuni Rusun ASN, sistem ini menghadirkan sejumlah manfaat nyata, antara lain:
- Data akurat dan transparan, tanpa risiko kesalahan pencatatan
- Kontrol mandiri, dengan laporan konsumsi rutin yang dikirim melalui WhatsApp dan email
- Klasifikasi penggunaan, mulai dari kategori Hemat, Wajar, hingga Boros
Edukasi pengelolaan biaya, agar penghuni dapat mengatur pola konsumsi dan menghindari lonjakan tagihan
Dengan informasi yang mudah diakses, penghuni diharapkan dapat menyesuaikan perilaku konsumsi secara lebih bertanggung jawab.
Agung menambahkan, penerapan smart metering di Rusun ASN akan menjadi standar baru pembangunan hunian publik di IKN. Melalui penetapan baseline consumption, Otorita IKN dapat memetakan kebutuhan energi secara lebih presisi dan berbasis data.







