CIA menggelontorkan dana jumbo sebesar US$ 1 juta untuk memicu amarah publik. Mereka mengompori rakyat lewat kampanye hitam agar tidak percaya lagi pada kepemimpinan Mossadegh. Strategi ini berhasil memicu kerusuhan hebat di Teheran pada 15-19 Agustus 1953. Di bawah bayang-bayang tekanan rakyat yang sebenarnya sudah diskenariokan, Mossadegh terpaksa menyerahkan kekuasaannya. Ia pun menghabiskan sisa hidupnya sebagai tahanan rumah hingga wafat.
Juan Orlando Hernandez: Dari Kursi Presiden Honduras ke Penjara Federal
Nasib serupa menimpa Presiden Honduras, Juan Orlando Hernandez. Hanya beberapa hari setelah masa jabatannya berakhir pada Februari 2022, Kepolisian Nasional Honduras menangkapnya atas permintaan ekstradisi Amerika Serikat. Hernandez dituduh terlibat konspirasi narkoba internasional dan menerima suap jutaan dolar dari kartel kelas kakap, termasuk dari kelompok “El Chapo” Guzman.
Pada Juni 2022, pengadilan federal AS menjatuhkan vonis 45 tahun penjara bagi Hernandez. Menariknya, pada 1 Desember 2025, Donald Trump memberikan pengampunan kepadanya. Namun, drama belum berakhir karena Jaksa Agung Honduras justru menerbitkan surat perintah penangkapan internasional baru beberapa hari kemudian. Hal ini memicu ketegangan diplomatik yang sangat pelik hingga saat ini.
Kini, perhatian seluruh dunia tertuju pada Nicolas Maduro. Akankah ia bernasib sama dengan Manuel Noriega, atau ada skenario politik lain yang sedang dimainkan oleh Washington? Satu yang pasti, penangkapan pemimpin negara oleh AS selalu menjadi topik panas yang mengubah peta politik global secara instan. – Anisha Aprilia/Disway –