IKNPOS.ID – Gejolak geopolitik dunia mendadak panas dingin! Kabar mengejutkan datang di awal tahun 2026 saat militer Amerika Serikat secara resmi menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, beserta istrinya, Celia Flores, pada Sabtu (3/1/2026). Penangkapan dramatis ini langsung membawa ingatan publik pada sejarah panjang “tangan besi” Washington dalam melengserkan para penguasa dunia yang mereka anggap bermasalah.
Fenomena penangkapan kepala negara aktif atau mantan pemimpin oleh AS bukan kali ini saja terjadi. Dari hutan Panama hingga lubang persembunyian di Irak, sejarah mencatat bahwa tidak ada tempat yang benar-benar aman jika Gedung Putih sudah mengeluarkan perintah ekstradisi atau invasi. Kejadian Maduro ini menambah daftar hitam para pemimpin yang harus menghadapi sistem peradilan Negeri Paman Sam. Siapa saja mereka?
Manuel Noriega: Sang Jenderal Panama yang Tumbang Karena Kokain
Mundur ke tahun 1989, Amerika Serikat meluncurkan operasi militer bersandi “Operasi Just Cause”. Target utamanya adalah Manuel Noriega, penguasa militer Panama yang dulunya sempat menjadi sekutu dekat AS. Namun, hubungan itu retak setelah Noriega dituduh menyulap negaranya menjadi terminal utama penyelundupan kokain dari Amerika Selatan menuju Miami.
Pasukan elite AS berhasil membekuk Noriega dan langsung menerbangkannya ke Florida. Pengadilan Amerika mendakwanya atas kasus perdagangan narkoba dan pencucian uang besar-besaran. Jenderal yang dikenal slenge’an ini akhirnya harus mendekam di balik jeruji besi selama puluhan tahun hingga mengembuskan napas terakhirnya pada Mei 2017 di sebuah rumah sakit di Panama saat masih dalam masa hukuman.
Saddam Hussein: Akhir Tragis Diktator Irak di Lubang Tikrit
Siapa yang bisa melupakan dramatisnya penangkapan Saddam Hussein? Pada Desember 2003, setelah invasi militer yang kontroversial, pasukan Amerika Serikat menemukan sang Presiden Irak bersembunyi di sebuah lubang sempit bawah tanah di dekat kota kelahirannya, Tikrit.
Invasi tersebut awalnya berlandaskan klaim kepemilikan senjata pemusnah massal (WMD), meski senjata yang dituduhkan tidak pernah ditemukan oleh tim investigasi. Saddam kemudian menghadapi pengadilan nasional Irak yang berada di bawah pengawasan ketat AS. Ia divonis bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan dan dihukum mati di tiang gantung pada 30 Desember 2006. Kejadian ini menjadi simbol paling kuat bagaimana kekuatan militer AS mampu meruntuhkan rezim yang sangat kokoh sekalipun.
Mohammad Mossadegh: Korban Kudeta ‘Cerdas’ CIA di Iran
Berbeda dengan Saddam atau Noriega yang diserbu militer terang-terangan, Perdana Menteri Iran Mohammad Mossadegh jatuh melalui operasi intelijen “halus”. Pada 1953, CIA bersama intelijen Inggris (MI6) merancang skenario untuk menggulingkan Mossadegh yang saat itu dianggap mengancam kepentingan minyak Barat.


















