IKNPOS.ID – Piala Dunia 2026 semakin dekat dan berbagai tim nasional mulai menyiapkan skuad terbaik mereka. Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Neymar, bintang tim nasional Brasil, yang berharap bisa tampil di turnamen tersebut meskipun menghadapi tantangan fisik. Menurut MARCA, Neymar optimistis dan percaya bahwa Brasil memiliki peluang besar untuk menjadi juara dunia.
Neymar sendiri mengalami tahun 2025 yang cukup berat secara fisik. Cedera dan performa yang tidak konsisten membuat statusnya di tim nasional menjadi pertanyaan. Namun, pemain asal Santos ini tetap percaya diri. Dalam sebuah wawancara, Neymar menyatakan, “Kami memulai 2026 dengan langkah yang tepat. Jika Tuhan berkehendak, semuanya akan berjalan baik dan Brasil akan menjadi juara lagi.”
Tantangan Fisik dan Seleksi Ancelotti
Masalah utama Neymar saat ini adalah kebugaran. Ia belum tampil untuk tim nasional sejak 2023 dan masih harus meyakinkan Carlo Ancelotti, pelatih Brasil, bahwa ia siap bermain di level tertinggi. Ancelotti menegaskan bahwa hanya pemain yang 100% fit yang akan dipanggil, sehingga Neymar menghadapi tekanan waktu untuk memulihkan kondisi fisiknya.
Pendekatan seleksi seperti ini bukan hal baru dalam dunia sepak bola modern. Data ilmiah menunjukkan bahwa pemain yang mengalami cedera serius membutuhkan waktu antara 3 hingga 6 bulan untuk kembali ke performa optimal, tergantung jenis cedera dan intensitas rehabilitasi. Manajemen kebugaran yang baik menjadi kunci agar Neymar bisa memenuhi standar Ancelotti.
Aktivitas Neymar di Kings League
Selain fokus pada pemulihan, Neymar aktif bermain di Kings League, kompetisi lokal yang menarik perhatian publik. Kegiatan ini memberinya kesempatan untuk mempertahankan ritme bermain dan meningkatkan kepercayaan diri. Kesuksesan tim lokal yang dibelanya melawan Chile menjadi sorotan, menunjukkan bahwa Neymar masih mampu tampil baik dalam kompetisi dengan tekanan tinggi.
Partisipasi di turnamen non-resmi seperti Kings League dapat memberikan manfaat psikologis dan teknis. Studi di jurnal olahraga internasional menyebutkan bahwa keterlibatan pemain dalam kompetisi yang menantang namun tidak terlalu membebani fisik dapat membantu peningkatan kesiapan mental dan refleks permainan, faktor penting menjelang turnamen besar seperti Piala Dunia.







