IKNPOS.ID – Ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) menghadiri peringatan Hari Lahir ke-100 NU atau satu abad NU yang digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu,(31 Januari 2026.
Kegiatan berlangsung di Kantor Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, dan menjadi wujud dukungan sekaligus doa kebangsaan NU terhadap pembangunan Nusantara.
Rangkaian acara diisi dengan Tausiyah Kebangsaan serta doa bersama yang disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, Pengasuh PP Amanatul Ummah Pacet Mojokerto yang juga menjabat Ketua Umum PP Pergunu PBNU. Acara ini turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur, pengurus PWNU Kalimantan Timur, serta perwakilan TNI dan Polri.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menekankan bahwa pembangunan IKN tidak hanya bertumpu pada aspek fisik, tetapi juga membutuhkan penguatan nilai spiritual.
“Kami berharap Bapak dan Ibu semua dapat ikut mengisi jiwa Nusantara ini. Ke depan, IKN akan menjadi laboratorium kerukunan. Saat ini kami sedang membangun masjid negara di dalam satu kompleks peribadatan yang di dalamnya ada klenteng, basilika, pura untuk memelihara toleransi di Nusantara,” ujar Basuki.
Senada dengan itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menyoroti pentingnya peran NU sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan Kalimantan Timur dan IKN di masa mendatang.
“NU harus terdepan dalam membangun Kalimantan Timur dan Ibu Kota Nusantara. Kami berharap kita dapat terus berdoa bersama agar Kalimantan Timur dan IKN dijauhkan dari konflik dan bencana,” kata Seno.
Di sisi lain, Rais Syuriah PWNU Kalimantan Timur KH. Muhammad Ali Cholil menjelaskan bahwa pemilihan IKN sebagai lokasi peringatan satu abad NU dimaksudkan untuk melibatkan langsung umat dalam mendoakan keberhasilan pembangunan ibu kota baru.
“Kami berharap warga NU yang hadir di IKN turut mendoakan agar target pencapaian Ibu Kota Politik pada 2028 dapat tuntas. Ke depan, kami juga menggagas peringatan Hari Santri di Masjid Negara serta kirab tongkat dan tasbih dari Jakarta ke Nusantara sebagai simbol kepemimpinan yang dilandasi spiritualitas,” ujar Ali.







