IKNPOS.ID – Real Madrid kembali mengalami hasil mengejutkan ketika tim raksasa Spanyol itu tersingkir dari Copa del Rey 2025–26, setelah dikalahkan oleh klub kasta kedua, Albacete Balompié, dengan skor 3-2 pada babak 16 besar di Estadio Carlos Belmonte, Spanyol, Sabtu, 17 Januari 2026.
Kemenangan dramatis ini menjadi salah satu kejutan terbesar musim ini, terutama karena berlangsung saat debut manajerial Álvaro Arbeloa di kursi pelatih Real Madrid.
Albacete, yang bermain di Segunda Division dan kini berada di posisi 17 klasemen, sempat unggul lebih dulu lewat Javi Villar pada menit ke-42, sebelum Real Madrid menyamakan kedudukan melalui Franco Mastantuono jelang turun minum. Namun, keunggulan Madrid tak bertahan lama ketika Jefte Betancor membawa Albacete kembali unggul pada menit ke-82.
Madrid sempat memunculkan harapan setelah Gonzalo Garcia menyamakan skor di waktu tambahan, tetapi Betancor kembali menjadi pahlawan tuan rumah dengan gol spektakulernya pada masa injury time untuk memastikan kemenangan 3-2 dan mengirim Los Blancos pulang lebih cepat dari kompetisi ini.
Kekalahan ini semakin menambah tekanan bagi Real Madrid. Klub ibu kota Spanyol itu memutuskan untuk merotasi beberapa pemain bintang, termasuk tak turunnya Kylian Mbappé dan Jude Bellingham, sekaligus memberikan peluang pada pemain muda dan cadangan. Meski menguasai bola sepanjang pertandingan, Madrid kesulitan menciptakan peluang yang benar-benar berbahaya dan justru gawang mereka sering terancam lantaran transisi cepat dari tim Albacete.
Reaksi publik dan lingkungan sepak bola pun langsung mengalir deras setelah hasil ini. Banyak pihak menyebut kekalahan tersebut sebagai salah satu momen terburuk Madrid di Copa del Rey dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena datang dari tim kasta kedua serta disusul oleh performa yang tidak konsisten di kompetisi domestik lainnya.
Bagi Arbeloa, yang baru memulai era kepelatihannya di klub ini, hasil ini tentu menjadi ujian berat. “Di klub ini, bahkan hasil imbang sudah buruk — apalagi kalah seperti ini,” ujar Arbeloa setelah pertandingan, menunjukkan rasa tanggung jawabnya atas keputusan taktik dan susunan pemain yang ia pilih.







