Udin Salemo
Cerita Bidin Tertarik dengan bunga rendah yang ditawarkan salah satu bank. Bank itu menawarkan bunga kredit dibawah 5%. Bidin berencana mau meminjam sebanyak seratus jeti. Akan digunakan untuk modal usaha buka warung kelontong. Berangkatlah ndese ke kantor bank itu yang terletak disamping tempat Bidin ngaduk semen. Bidin (B): “mba, saya mau tanya syarat untuk mendapatkan kredit yang terdapat pada flyer yang ditarok di mesin atm bank ini.” Customer Service (CS): “syaratnya ktp, kartu pegawai, slip gaji tiga bulan terakhir dan surat pernyataan dari kantor ini” B: “jadi kalau pegawai swasta seperti saya, kredit yang ditawarkan dalam flyer itu gak berlaku, ya, mba?” CS: “untuk pegawai swasta berlaku kredit reguler. banyak, kok, kalau mau. ada kredit bla bla bla…” B: “terima kasih mba, saya hanya berminat pada kredit yang ditawarkan dalam flyer itu.” CS: “kalau kredit yang itu hanya untuk asn, pak.” Akhirnya pupus harapan Bidin untuk dapat uang dari bank dengan bunga murah. Dongkol menyelimuti dadanya. Udin memberi usul supaya minta pinjaman ke boss dengan bunga 5% setahun. Mana tahu disetujui. Ndese menolak, karena sudah beberapa kali pinjam sama boss. Tunggakan lama belum lunas. “Ternyata jadi asn itu enak, ya, din. Bisa dapat pinjaman bunga murah” “Kalau enak, kenapa dulu bang Bidin berhenti jadi pegawai negeri?” “Jaman majapahit jadi pns gaji keciiiil. Makanya saya pindah ke swasta.” “Banyak bersyukur aja bang Bidin, umur segini kamu masih kerja.”
Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺
###pak Juve.. BOND, KSATRIA, DAN LOGIKA PASAR.. Komentar pak Juve di bawah menarik. Menarik satu sisi penting. Soal tanggung jawab. Jepang memang tidak kabur. Tidak kemplang. Itu nilai plus besar. Negara maju menjaga kehormatan obligasinya. Kalau bond dijual, bank sentral siap pasang badan. Itu pesan moral. Tapi ada harga yang harus dibayar. Cetak uang jumbo bukan gratis. Yield Japan Bond naik 4 persen itu sinyal stres. Bukan prestasi. Investor senang. Pemerintah pusing. Ekonomi domestik ikut tertekan. Soal Amerika ketakutan, itu masuk akal. Kalau Jepang menarik dana dari US Bond lalu pulang kampung, AS kena dua kali. Sulit jual bond baru. Harus beli bond lama. Dolar dicetak lagi. Menkeu AS pasti migrain. Namun jangan dilihat hitam putih. Tidak semua US Bond langsung ditukar Japan Bond. Investor itu oportunis, bukan nasionalis. Mereka lihat risiko, likuiditas, dan stabilitas. Jepang ksatria, setuju. Amerika pun belum tamat. Ini bukan soal siapa kemplang. Ini soal siapa paling tahan napas. Pasar obligasi itu maraton. Bukan lari sprint. Yang ngos-ngosan duluan, bukan yang paling keras teriaknya.







