dinar melayani
Donal Tan(Trump). Saya kira cuma Donal saja yang bisa Tantrum. yang dikit dikit di ganggu ponakannya Kwak kwik Kwek. Belum lagi tetangganya si Pokijan (Mr.Jones) yang sering ganggu dia. Apalagi kalau sudah kesialannya menumpuk gara gara dekat sama si Untung Angsa (Gladstone Gander). Ah untungnya dia masih ada sahabat si Miki Tikus, si Gufi dan kekasihnya si Desi. Ah tapi lagi lagi dia ga bisa berkutik kalo sudah kalah sama Paman Gober yang rakusnya minta ampun. Wong dia yang punya Bank. Ah untung ini hiburan semata dunia. Kartun dan realita yang terselaraskan. https://youtu.be/Y1huOyDr_70?si=KjK0cWmZ98SDcWWV
Liam Then
Yang punya uang aja pening, apalagi yang ndak punya uang?
Juve Zhang
Habis olahraga keliling lapangan bola lapar masuk RM Padang….murah meriah nasi tongkol balado satu sayur ,…bayar 18000 mau bayar pake qris…. langsung di tulis Beaya admin 1000 kelihatan kecil tapi itu 5%….sugoiii kata bang Udin…. pemilik rumah makan Padang cerita masa gratis sudah lewat sekarang ada Beaya admin ….. pemilik qris ongkang kaki ambil fee 5%…..nikmat bisnis keuangan…..fee % sekali transaksi kecil ratusan juta rela bayar makan 20 ribukena fee 5%…..ini baru jenius 3 Digit fee5% dikumpulkan seluruh Indonesia bisa koper koper Cuan…..
Achmad Faisol
@Ja’far Syahidan sebuah kalimat dimaknai berdasarkan teks dan konteks… saat itu mas gibran sebagai wapres…? konteksnya apa…? kampanye… jadi, ga bisa disamakan dengan ustadz/kiai/ulama/insan biasa… maka, kalau ucapan mas gibran bukan sebuah janji, berarti omongan mas gibran sebagai cawapres adalah omon-omon, dengan kata lain ucapannya ga ada manfaatnya… apakah seorang cawapres (calon orang ke-2 RI) bicara tanpa ada manfaat…? jika ya, ini justru menurunkan legitimasi mas gibran sendiri… sampean justru menganggap omongan mas gibran ga ada bedanya dengan orang biasa…
Liáng – βιολί ζήτα
Psychology “If-Then” Singkat saja….. Jika X ….., maka ….. Y. “JIKA… agenda hilirisasi, pemerataan pembangunan, transisi menuju energi hijau, ekonomi kreatif, UMKM, bisa kita kawal… INSYA ALLAH… akan terbuka, 19 juta lapangan pekerjaan, untuk generasi muda, dan kaum perempuan.” Menurut pendapat saya pribadi….. secara tidak langsung itu termasuk “janji” !! Pertimbangannya : 1). Statement tersebut diucapkan pada saat debat Cawapres pemilu yang lalu. Apa tujuannya pilpres-pilwapres ?? Sudah pasti untuk kebaikan dan kemajuan bangsa, untuk kesejahteraan rakyat ; dalam konteks tersebut, statement Pak Gibran menyiratkan suatu upaya yang akan dilakukan demi kebaikan bangsa….. hal itu bisa dikategorikan sebagai suatu janji. 2). Dari sudut pandang psikologi….. pemikiran Pak Gibran sebagai Cawapres justru secara tidak langsung dapat dikontruksikan menjadi 2 janji : a). Janji untuk mengupayakan terlebih dahulu kondisi “jika” – hal ini tentu saja menjadi tugas Pemimpin Negara yang akan dipilih oleh masyarakat. b). Janji untuk mengimplementasikan kemanfaatannya berupa “maka atau Insya Allah” ataupun istilah lainnya, ketika kondisi “jika” sudah diupayakan. Saya pribadi dapat memaklumi kekecewaan masyarakat….. jangankan mengimplementasikan “maka atau Insya Allah” nya tersebut….. upaya untuk mewujudkan kondisi “jika” nya saja belum nampak…..







