IKNPOS.ID – Sektor konstruksi di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menunjukkan tanda-tanda tekanan serius.
Pada kuartal III/2025, lapangan usaha (LU) konstruksi tercatat mengalami kontraksi sebesar 1,40 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Perlambatan ini tak lepas dari melambatnya pembangunan fisik Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara setelah percepatan masif pada tahun sebelumnya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, mengungkapkan bahwa kontraksi sektor konstruksi kali ini bahkan lebih dalam dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya minus 0,11 persen (yoy).
“Penurunan kinerja lapangan usaha konstruksi ini sejalan dengan melambatnya realisasi pembangunan fisik IKN,” ujar Jajang dalam keterangan resminya, Rabu (28/1/2026).
Anggaran IKN Turun Tajam
Menurut Jajang, kontraksi sektor konstruksi berbanding lurus dengan anjloknya realisasi anggaran pembangunan IKN. Pada kuartal III/2025, realisasi anggaran tercatat turun hingga 39 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut bukan tanpa sebab. Jajang menjelaskan, tahun sebelumnya mencatat high baseline akibat percepatan pembangunan besar-besaran demi mengejar target penyelesaian tahap I IKN pada akhir 2024.
“Kontraksi ini tidak terlepas dari tingginya realisasi di tahun sebelumnya, sehingga secara statistik penurunan pada 2025 terlihat cukup signifikan,” jelasnya.
Dampak perlambatan ini pun terasa nyata di lapangan, salah satunya pada industri bahan bangunan.
Pengadaan Semen Anjlok Hampir 50 Persen
Salah satu indikator kuat melambatnya aktivitas konstruksi adalah turunnya pengadaan semen. Pada periode pelaporan, pengadaan semen di Kalimantan Timur anjlok hingga 49,11 persen (yoy). Angka ini jauh lebih dalam dibandingkan kuartal II/2025 yang tercatat minus 33,30 persen (yoy).
Penurunan tajam ini mencerminkan berkurangnya proyek konstruksi skala besar, khususnya yang selama ini bertumpu pada pembangunan IKN.
“Menurunnya permintaan semen menjadi sinyal kuat bahwa aktivitas konstruksi memang sedang mengalami perlambatan,” tambah Jajang.






