Belajar dari Malaysia
Tak hanya fokus di dalam negeri, Norsan juga mendorong Baznas Kalbar melakukan studi banding ke daerah yang sukses mengelola zakat secara produktif, seperti Kuching, Sarawak, Malaysia.
Ia mencontohkan pengelolaan zakat di Kuching yang telah mampu membangun aset-aset produktif, termasuk pusat perbelanjaan, dengan hasil usaha yang kemudian dikembalikan untuk membantu masyarakat kurang mampu.
“Kita bisa belajar dari Kuching, bagaimana zakat dikelola secara maju, terbuka, dan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Zakat sebagai Pilar Ekonomi Daerah
Melalui sinergi yang kuat antara Pemprov Kalbar dan Baznas, zakat diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
“Kolaborasi ini harus menghadirkan dampak nyata, terutama bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput,” pungkas Norsan.







