IKNPOS.ID – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menegaskan fokusnya pada kesiapan infrastruktur dan aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari upaya menjadikan IKN sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia. Pemindahan ASN ke IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menjadi agenda utama yang membutuhkan persiapan matang, tidak hanya dari sisi fisik kantor tetapi juga dari ekosistem kerja dan fasilitas pendukung yang memadai.
Persiapan ASN Berkantor di IKN
Pemindahan ASN ke IKN merupakan tantangan besar karena melibatkan penyesuaian lingkungan kerja, sistem administrasi, dan mobilitas pegawai. Otorita IKN menekankan perlunya tahap persiapan yang jelas agar ASN dapat beradaptasi dengan lancar. Staf Khusus Wakil Presiden, Tina Talisa, menyampaikan bahwa dukungan langsung dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sangat mendorong proses ini. Menurutnya, “Bapak Wakil Presiden sangat memberikan dukungan. Bahkan beliau sangat mendorong agar kami dari Sekretariat Wakil Presiden secara bertahap berkantor di IKN.”
Fokus pada kesiapan ASN mencakup penyediaan fasilitas kantor yang layak, penataan rumah jabatan menteri, serta ruang kerja yang mendukung kolaborasi antar-instansi. Hal ini bertujuan agar kegiatan pemerintahan berjalan efektif sejak awal pemindahan.
Penguatan Infrastruktur Kawasan
Selain kesiapan ASN, Otorita IKN juga mematangkan infrastruktur kawasan, termasuk kantor pemerintahan, jaringan transportasi, dan fasilitas publik pendukung. Peninjauan dilakukan ke beberapa titik strategis, seperti Istana Presiden, Istana Wakil Presiden, Kantor Balai Kota Otorita, dan fasilitas wisata glamping. Kegiatan ini memastikan semua sarana dan prasarana siap digunakan dan mendukung mobilitas ASN serta publik yang terkait dengan operasional pemerintahan.
Selain infrastruktur fisik, pembangunan kawasan juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan, seperti pemanfaatan energi bersih dan pengembangan ekowisata. Tina Talisa menegaskan, “Selain berdiskusi dengan Bapak Kepala Otorita IKN, kita melihat bagaimana potensi pengembangan ekowisata ke depannya. Tentu ke depan masih ada yang harus sama-sama kita kawal, termasuk bagaimana pelaksanaan energi bersih di sini.”







