On Scene Coordinator (OSC) Operasi SAR, Andi Sultan, mengatakan jenazah korban laki-laki tersebut sebenarnya telah ditemukan sejak Minggu (18/1). Namun, medan ekstrem dan cuaca buruk sempat menghambat proses evakuasi.
“Pagi ini cuaca cukup mendukung sehingga evakuasi dapat dilakukan menggunakan helikopter Basarnas Dauphin HR-360,” ujar Andi, yang juga menjabat Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Makassar.
Sebelum dievakuasi melalui udara, tim darat terlebih dahulu mengangkat jenazah dari dasar jurang menuju punggungan Lampeso. Helikopter kemudian lepas landas dari Lanud Hasanuddin pukul 07.47 WITA dan melakukan pengangkatan jenazah dengan metode hoist pada pukul 07.59 WITA.
Helikopter kembali mendarat di Lanud Hasanuddin pada pukul 08.18 WITA.
Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara untuk diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI).
“Seluruh proses evakuasi berjalan aman dan lancar berkat koordinasi yang solid antarunsur SAR gabungan serta kondisi cuaca yang relatif kondusif,” kata Andi.
Sementara itu, operasi pencarian terus dilanjutkan. Tim SAR gabungan dibagi ke sejumlah Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir berbagai sektor, mulai dari lokasi penemuan korban pertama di Lampeso, area ekor pesawat, jalur vertikal puncak pegunungan, hingga kawasan air terjun dan patahan tempat ditemukannya bagian mesin pesawat.







