IKNPOS.ID – Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa beragam dampak bagi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim).
Seperti diketahui, Kabupaten PPU adalah salah satu kabupaten penyangga IKN, selain Kabupaten Kutai Kartanegara.
Selain menghadirkan dampak positif, keberadaan IKN juga memberi dampak melonjaknya volume sampah di Kabupaten PPU.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten PPU, Safwana, kehadiran IKN menyumbang peningkatan produksi sampah hingga 100 persen dari tahun 2022 ke tahun 2023 dan dari tahun 2023 ke tahun 2024 juga tercatat meningkat sekitar 100 persen.
“Produksi sampah kini tercatat kisaran 100 ton per hari, termasuk menangani sampah di sekitar kawasan IKN,” kata Safwana, Rabu, 21 Januari 2026, dikutip Antara.
Kabupaten PPU Akan Bangun TPS3R
Saat ini, untuk mengatasi permasalahan sampah, Pemkab PPU menyusun perencanaan pembangunan infrastruktur pengolahan sampah guna mengurangi tumpukan sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buluminung.
Pengolahan sampah pada 2024 sudah mencapai 70 persen dan 30 persen sampah dibuang ke TPA. Kemudian pada 2025 pengurangan sampah yang dibuang ke TPA sekitar 28 persen dengan pengolahan mencapai 72 persen.
“TPA Buluminung menampung sekitar 50 hingga 60 ton sampah per hari dan telah menampung ribuan ton sampah sejak dioperasikan pada 2014,” kata Safwana.
Untuk itu, Pemkab PPU merencanakan peningkatan sistem pengelolaan sampah dengan membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
TPS3R berfungsi sebagai tempat pemilahan sampah dan pengolahan pupuk organik, sehingga dapat mengolah sampah rumah tangga organik menjadi pupuk kompos, yang diharapkan pula dapat menekan timbulan sampah yang dibuang ke TPA Buluminung.







