Peran Kekeringan dan Perubahan Iklim
Pemerintah daerah menyebut wilayah terdampak sedang mengalami kekeringan terparah sejak pertengahan abad ke-20. Kondisi ini sejalan dengan temuan ilmiah global yang menyatakan bahwa perubahan iklim meningkatkan frekuensi dan intensitas kebakaran hutan. Pemanasan global memperpanjang musim kering dan menurunkan kelembapan vegetasi, sehingga hutan menjadi lebih mudah terbakar.
Laporan lembaga iklim internasional menegaskan bahwa wilayah lintang menengah dan selatan, termasuk Amerika Selatan, mengalami peningkatan risiko kebakaran akibat anomali suhu dan pola curah hujan yang berubah. Dalam konteks ini, kebakaran di Patagonia dapat dipandang sebagai bagian dari tren global yang lebih luas.
Evakuasi dan Respons Pemerintah
Untuk mengendalikan situasi, pemerintah Argentina mengerahkan lebih dari 500 personel pemadam kebakaran dari berbagai provinsi. Hingga awal pekan, sebagian besar titik api berhasil dikendalikan, meskipun beberapa area masih berada dalam status siaga. Hujan ringan yang turun di beberapa lokasi memberikan sedikit kelegaan, namun otoritas menegaskan bahwa kondisi tetap rapuh dan berpotensi memburuk jika cuaca ekstrem kembali terjadi.
Evakuasi massal dilakukan sebagai langkah pencegahan, mengingat kebakaran berkembang cepat dan sulit diprediksi. Dalam kajian manajemen bencana modern, evakuasi dini terbukti secara signifikan menurunkan angka korban jiwa pada peristiwa kebakaran hutan besar.
Kebijakan Tata Guna Lahan dalam Sorotan
Kebakaran ini juga terjadi tidak lama setelah pemerintah Argentina mengumumkan perubahan kebijakan terkait hukum pertanahan dan kehutanan. Salah satu perubahan penting adalah pencabutan pembatasan lama yang melarang perubahan fungsi lahan dalam jangka panjang setelah kebakaran. Kebijakan tersebut menuai perhatian luas karena, dalam perspektif lingkungan, regulasi pascakebakaran berperan penting dalam mencegah pembakaran yang bermotif ekonomi.
Berbagai studi internasional menunjukkan bahwa perlindungan ketat terhadap lahan pascakebakaran dapat menekan risiko kebakaran berulang dan spekulasi lahan. Tanpa pengawasan yang kuat, tekanan ekonomi terhadap lahan justru berpotensi memperparah kerusakan lingkungan.







