IKNPOS.ID – Wayne Rooney menilai kemenangan 2-0 Manchester United atas Manchester City menjadi momen penting bagi penggemar muda Setan Merah, karena mereka bisa merasakan kembali suasana yang sempat ada di era Sir Alex Ferguson. Rooney berharap kemenangan ini menjadi cerminan dari apa yang akan terjadi di bawah kepemimpinan Michael Carrick.
Carrick, yang berusia 44 tahun, ditunjuk sebagai pelatih interim United hingga akhir musim, menggantikan Ruben Amorim yang dipecat. Gol-gol dari Bryan Mbeumo dan Patrick Dorgu memastikan kemenangan yang pantas atas tim Pep Guardiola di Old Trafford yang riuh.
Rooney, yang meraih lima gelar Premier League bersama Carrick, menyoroti perbedaan besar yang terlihat dari energi penonton di stadion di bawah kepemimpinan rekannya itu. “Saya tidak berada di stadion, saya di studio BBC, tapi apakah kalian melihat perbedaannya di stadion? Bahkan ketika Michael Carrick keluar sebelum pertandingan dan mencoba membakar semangat penonton,” ujar Rooney di podcast The Wayne Rooney Show.
Kembali ke Era Ferguson
Rooney menambahkan bahwa para penggemar muda yang mengalami masa sulit selama 10–13 tahun terakhir, sejak Ferguson pensiun, akhirnya bisa melihat tim mereka tampil dengan energi dan keyakinan yang tinggi. “Mereka belum pernah menyaksikan tim bermain sebaik itu, dengan energi, keberanian menguasai bola, tetapi juga tangguh dan sulit dikalahkan,” jelasnya. Rooney menilai momen itu memberi harapan bagi 16 pertandingan berikutnya.
Kinerja Terbaik United dalam Waktu Lama
Setelah babak pertama tanpa gol, Bryan Mbeumo, yang baru kembali dari Piala Afrika, membawa United unggul, diikuti Patrick Dorgu yang menggandakan skor 11 menit kemudian. Rooney menyebut ini sebagai penampilan terbaik yang pernah ia saksikan dari United dalam waktu lama.
Ia menekankan bahwa perubahan Carrick bukanlah hal rumit. “Apa yang dilakukan Michael dengan tim itu bukan ilmu roket. Itu hanya sedikit penyesuaian dalam formasi,” ujar mantan striker Inggris itu. Rooney menambahkan bahwa fokus utama United adalah kerja keras dan semangat tinggi di lapangan, termasuk kontribusi Amad dan Dorgu di sayap yang mendukung pertahanan dan menyerang balik.







