IKNPOS.ID – Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi pusat perhatian ekonomi nasional pada tahun 2025.
Gelontoran dana dari pemerintah pusat mencapai angka fantastis. Yaitu Rp63,4 triliun. Angka ini setara dengan 95,77% dari total pagu anggaran yang dialokasikan untuk provinsi ini.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Kaltim, Edih Mulyadi, mengungkapkan belanja modal menjadi komponen terbesar dalam realisasi anggaran ini.
“Realisasi tersebut didominasi oleh belanja modal sebesar Rp16,04 triliun untuk penyelesaian sejumlah proyek infrastruktur strategis di IKN,” ujarnya di Samarinda, Selasa.
Dana tersebut digunakan untuk membiayai berbagai proyek krusial di IKN, antara lain:
- Pembangunan Istana Wakil Presiden di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP)
- Infrastruktur dasar dan bangunan-bangunan kunci
- Pembangunan masjid, sekolah, dan pasar
- Pembangunan gedung yudikatif dan legislatif (proyek tahun jamak 2025-2027)
- Pembangunan jalan penghubung KIPP Segmen 1A, 1B, dan 1C hingga akses jalan tol utama
Pendapatan Negara vs Belanja Negara
Secara keseluruhan, APBN di Provinsi Kaltim mencatatkan pendapatan negara sebesar Rp25,25 triliun dan belanja negara sebesar Rp63,4 triliun.
Penerimaan pajak dalam negeri mencapai Rp19,5 triliun, dengan kontribusi signifikan dari PPh Pasal 22 Impor, PPh Pasal 23, PPh Pasal 25, PPh Pasal 29, dan PPN Impor.
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga memberikan kontribusi yang cukup besar, yaitu Rp2,96 triliun.
Sebagian besar PNBP berasal dari pendapatan jasa layanan kepelabuhanan. Selain itu, tujuh Badan Layanan Umum (BLU) di Kaltim berhasil merealisasikan pendapatan sebesar Rp698,57 miliar, terutama dari jasa pelayanan pendidikan.
Realisasi Transfer ke Daerah (TKD) hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp40,2 triliun, atau 95,05% dari pagu yang sebesar Rp42,30 triliun.
Dana Bagi Hasil (DBH) mendominasi penyaluran TKD dengan nilai Rp30,74 triliun. Selain itu, terdapat penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp6,18 triliun, Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik Rp2,41 Triliun, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Rp148,78 miliar, Dana Insentif Daerah (DID) Rp59,48 miliar, serta Dana Desa sebesar Rp657,67 miliar.
Dampak Ekonomi IKN Bagi Kaltim
Gelontoran dana untuk proyek IKN tentu saja memberikan dampak positif bagi perekonomian Kaltim.







