IKNPOS.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat hilirisasi sektor perkebunan. Melalui Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim, sebanyak 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) difasilitasi untuk memasarkan hampir 60 varian produk olahan perkebunan melalui gerai resmi Toko Kebun.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperluas akses pasar bagi produk lokal.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Kaltim, Taufiq Kurrahman, mengatakan puluhan pelaku usaha binaan tersebut secara rutin menitipkan produknya di Toko Kebun.
“Saat ini ada sekitar 30 pelaku usaha yang aktif memasarkan produknya, dengan total hampir 60 jenis produk olahan,” ujarnya di Samarinda, Rabu (21/1/2026).
Seluruh produk yang dipasarkan dipastikan telah memenuhi standar kelayakan edar, seperti izin PIRT dan sertifikasi halal, sehingga siap bersaing di pasar modern.
Ubah Pola Pikir Petani
Menurut Taufiq, program fasilitasi ini tidak sekadar soal pemasaran, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir petani dan pekebun. Pemerintah ingin petani tidak lagi bergantung pada penjualan bahan mentah, melainkan mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
“Tujuannya agar petani bisa naik kelas, dari penjual komoditas mentah menjadi produsen barang jadi yang berkelanjutan,” jelasnya.
Untuk memperluas jangkauan pasar, Disbun Kaltim juga aktif menggandeng berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) serta lembaga non-pemerintah. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan UMKM dalam berbagai pameran dan agenda promosi daerah.
Pendekatan ini dinilai efektif memperkenalkan produk lokal kepada konsumen yang lebih luas.
Sementara itu, Analis Kebijakan Disbun Kaltim, Marinda Asih Ramadhaniah, menyebut strategi pemasaran saat ini difokuskan pada penguatan pasar lokal Kalimantan Timur.
“Produk lokal kita memang sering kalah harga dengan produk dari luar daerah, seperti gula aren dari Jawa. Karena itu, penguatan pasar lokal menjadi langkah realistis,” ujarnya.







