Luk Ulo Melange: Arsip Alam dari Samudera Purba
Kompleks geologi utama di Karangsambung dikenal sebagai Luk Ulo Melange Complex (LUMC). Kompleks ini terdiri dari campuran batuan laut dalam berusia antara 121 hingga 55 juta tahun (periode Kapur hingga Eosen).
Batuan-batuan ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa kawasan tersebut dulunya berada di dasar laut dalam.
Peneliti menemukan adanya chert merah yang terbentuk dari endapan silika organisme laut mikroskopis, batuan basaltik hasil lelehan magma dasar laut, dan batuan karbonat yang menyimpan fosil foraminifera laut. Semua ini menjadi “jejak hidup” dari kehidupan laut purba di perut bumi Jawa.
Naik ke Permukaan: Lahirnya Daratan Jawa
Ratusan juta tahun setelah proses subduksi, tekanan tektonik dari bawah bumi menyebabkan kerak samudera terangkat perlahan. Gerakan pengangkatan ini terjadi dalam skala besar , sehingga bagian dari samudera purba berubah menjadi daratan baru.
Fenomena inilah yang menjelaskan mengapa di beberapa lokasi di Jawa Tengah dan selatan ditemukan batuan laut di pegunungan. Karangsambung menjadi bukti nyata pengangkatan kerak samudera menjadi daratan, menunjukkan bahwa pulau Jawa terbentuk dari proses geologi aktif yang masih berlanjut hingga kini.
Bahkan, hingga saat ini wilayah selatan Jawa tetap menjadi zona aktif subduksi — sebab lempeng Indo-Australia masih menukik ke bawah Eurasia. Akibatnya, Indonesia memiliki banyak gunung api dan gempa bumi yang merupakan “napas hidup” dari proses yang sama.
Jejak Geologi yang Bisa Dilihat Langsung
Berjalan di kawasan Karangsambung seperti menelusuri museum alam terbuka.
Beberapa lokasi penting yang sering dijadikan titik studi antara lain:
Batuan Ofiolit Serpentinit — batuan hijau gelap hasil metamorfisme dari mantel samudera.
Chert Merah — batuan sedimen silika dari endapan radiolaria laut dalam.
Basalt Pillow Lava — struktur magma laut yang membeku dalam air.
Limestone Numulitik — batuan kapur dengan fosil laut dangkal.
Formasi Waturanda dan Totogan — menampilkan perlapisan sedimen laut dan batuan vulkanik kuno.