IKNPOS.ID – Pulau Jawa ternyata dulunya adalah dasar samudera purba. Bukti geologi di Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah membuka kisah jutaan tahun pergerakan lempeng bumi dan menjadi laboratorium alam yang menakjubkan untuk edukasi dan geowisata.
Jawa yang Pernah Tenggelam di Dasar Laut
Jutaan tahun lalu, pulau Jawa yang kita pijak saat ini bukanlah daratan yang hijau dan subur. Berdasarkan riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan berbagai studi geologi internasional, wilayah Jawa dulunya merupakan bagian dari dasar samudera purba yang sangat dalam.
Sisa-sisa masa itu kini tersingkap di Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, tempat di mana bumi seolah membuka buku sejarahnya. Di sinilah lapisan-lapisan batuan kuno menyimpan cerita panjang pembentukan bumi, lengkap dengan bukti adanya aktivitas subduksi, pengangkatan kerak samudera, dan benturan antar-lempeng.
BRIN menyebut kawasan ini sebagai “Warisan Bumi yang bercerita lewat batuan.” Tak heran, Karangsambung kini menjadi kawasan cagar alam geologi dan pusat riset geologi Indonesia, bahkan disebut sebagai laboratorium alam dunia.
Dari Dasar Samudera ke Daratan: Proses Tektonik Raksasa
Untuk memahami asal-usul Karangsambung, kita perlu mundur ke masa sekitar 120 juta tahun lalu. Saat itu, di bagian selatan Asia Tenggara, lempeng Indo-Australia terus bergerak ke arah utara, bertumbukan dan menukik ke bawah lempeng Eurasia (Sundaland).
Proses ini disebut subduksi, yakni saat lempeng samudera menyusup ke bawah lempeng benua. Akibat gesekan dan tekanan luar biasa besar, sebagian batuan laut terangkat, terlipat, dan tertarik ke atas membentuk struktur kompleks yang disebut melange , campuran batuan laut dalam seperti basalt, chert, serpentinit, gabbro, dan sedimen laut dalam lainnya.
Beberapa penelitian (ITB, LIPI, ResearchGate) menunjukkan bahwa batuan di Karangsambung mengalami metamorfisme tekanan tinggi (high-pressure metamorphism) di kedalaman lebih dari 30 kilometer. Artinya, batuan itu sempat “tenggelam” jauh di dalam bumi sebelum akhirnya terangkat ke permukaan akibat aktivitas tektonik jutaan tahun kemudian.







