Home News IHSG Terkoreksi Tajam, Anjlok hingga 10 Persen dan Picu Trading Halt BEI
News

IHSG Terkoreksi Tajam, Anjlok hingga 10 Persen dan Picu Trading Halt BEI

Tekanan kembali melanda pasar saham domestik pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026.

Share
Share

IKNPOS.ID – Tekanan kembali melanda pasar saham domestik pada perdagangan Kamis, 29 Januari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terperosok tajam hingga menyentuh penurunan sekitar 10 persen dan mencapai titik terendah harian di level 7.481. Kondisi tersebut mendorong Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan penghentian sementara perdagangan atau trading halt.

Pembekuan perdagangan ini menjadi yang kedua secara beruntun setelah sehari sebelumnya, Rabu, 28 Januari 2026, BEI juga melakukan langkah serupa menyusul pelemahan IHSG yang menembus lebih dari 8 persen dan turun ke kisaran 7.600-an.

Berdasarkan analisis teknikal Bloomberg, pergerakan IHSG saat ini dinilai telah mendekati area penopang penting yang berpotensi menahan tekanan lanjutan.

“Secara teknikal, IHSG mulai mendekati zona support krusial di sekitar level 7.770,” tulis Bloomberg dalam laporannya.

Jika indeks mampu bertahan dan bergerak stabil di atas area tersebut, peluang pemulihan dinilai masih terbuka. Level psikologis 8.000 dipandang sebagai target penguatan awal sekaligus area resistance terdekat. Apabila sentimen pasar membaik dan momentum berlanjut, IHSG berpotensi menguji level yang lebih tinggi di sekitar 8.400.

Resistance lanjutan juga tercatat berada di kisaran 8.680 yang diperkirakan menjadi tantangan cukup kuat bagi pergerakan indeks ke depan. Sementara dari sisi bawah, area 7.700 dipandang sebagai support terdekat, disusul zona penopang berikutnya di sekitar 7.200.

Dalam skenario terburuk, tekanan lanjutan berpotensi menyeret IHSG ke area 7.000 hingga 6.700. Namun, semakin mendekati level tersebut, potensi terjadinya technical rebound dinilai semakin besar.

Dari sisi sentimen, tekanan pasar dipicu oleh keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menangguhkan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia dalam indeks globalnya. Kebijakan tersebut memicu kehati-hatian investor, terutama dalam jangka pendek.

Senior Partner SGMC Capital, Mohit Mirpuri, menilai sentimen pasar masih cenderung netral hingga negatif seiring Indonesia yang saat ini berada dalam masa evaluasi hingga Mei mendatang.

Share
Related Articles
DPR MARAH BESAR, Kapolresta Sleman DICOPOT
News

DPR MARAH BESAR! Kapolresta Sleman DICOPOT

IKNPOS.ID -  Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto, resmi dicopot dari jabatannya....

News

Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H Digelar 17 Februari, Masjid IKN Direncanakan Jadi Titik Rukyah

Kemenag memastikan pelaksanaan Sidang Isbat penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah akan digelar...

Cuaca Kaltim dan IKN
News

Kemenhub Perketat Kesiapan Transportasi Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem

Kemenhub mengambil langkah penguatan kesiapsiagaan transportasi di berbagai simpul nasional menyusul potensi...

Kiamat Bursa RI! Harta Taipan Lenyap Rp86 Triliun dalam Sekejap, Prajogo Pangestu Paling Boncos Usai Ultimatum MSCI
News

Kiamat Bursa RI! Harta Taipan Lenyap Rp86 Triliun dalam Sekejap, Prajogo Pangestu Paling Boncos Usai Ultimatum MSCI

IKNPOS.ID - Kabar mengejutkan datang dari panggung ekonomi nasional yang bikin bulu...