IKNPOS.ID – Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim) ditargetkan menjadi kawasan bebas malaria. Target ini adalah bagian dari proyek prioritas nasional di bidang kesehatan lingkungan.
Menurut Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, kesiapan pembangunan IKN sebagai kawasan bebas malaria sejalan dengan target tahap II pembangunan Kawasan Nusantara, khususnya dalam mengantisipasi peningkatan aktivitas dan mobilitas penduduk.
“Upaya ini kami sukseskan melalui kolaborasi antara Otorita IKN, Kementerian Kesehatan, dan Dinas Kesehatan. Kolaborasi tersebut diperkuat dengan dukungan kebijakan dan strategi yang disusun oleh Universitas Diponegoro, sehingga menghasilkan kajian malaria yang menjadi dasar analisis lanjutan dalam perumusan kebijakan strategis,” ujar Suwito, beberapa waktu lalu.
“Kemudian, nanti pada saat banyak pekerja yang datang ke IKN mencapai 20 ribuan pekerja, pada pembangunan kawasan Yudikatif dan Legislatif, dapat kami pastikan, tidak ada penularan malaria sampai nanti IKN meniadi Ibu Kota,” lanjutnya.
Butuh Kesiapan Hadapi Potensi Migrasi
Prof. Dr. Mursyid, M.Sc., Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, menekankan pentingnya kesiapan Otorita IKN dalam menghadapi potensi migrasi penduduk, termasuk dari aspek kesehatan lingkungan.
“Kita mengetahui bahwa IKN memiliki visi sebagai kota dunia untuk semua, yang terbuka bagi masyarakat nasional maupun internasional. Oleh karena itu, upaya bersama perlu dilakukan untuk mewujudkan kota yang ekologis dan humanis, serta bebas dari malaria, termasuk dalam menghadapi potensi migrasi penduduk ke depan,” ujarnya.







