IKNPOS.ID – Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan 109 penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) mengalami keterlambatan pada Senin, 12 Januari 2026.
Kondisi ini berdampak langsung pada operasional penerbangan sejak pagi hingga siang hari, memengaruhi jadwal keberangkatan maupun kedatangan pesawat.
Data dari Airport Operation Control Center (AOCC) mencatat gangguan operasional terjadi dalam rentang waktu pukul 06.00 hingga 14.00 WIB. Ini seiring turunnya hujan lebat yang menyelimuti kawasan bandara dan sekitarnya.
Puluhan Pesawat Go-Around Dialihkan ke Bandara Lain
Selain keterlambatan, kondisi cuaca juga memaksa sejumlah pesawat melakukan manuver tambahan.
Tercatat tujuh penerbangan harus melakukan go-around karena kondisi pendaratan yang tidak memungkinkan.
Sementara 31 penerbangan lainnya dialihkan (divert) ke bandara alternatif demi menjaga standar keselamatan.
Situasi ini menyebabkan antrean pesawat di udara dan darat, sekaligus berdampak pada rotasi armada maskapai.
Manajemen Bandara Aktifkan Prosedur Penanganan Delay
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, memastikan pihaknya segera menerapkan delay management procedure untuk mengurangi dampak lanjutan terhadap penumpang dan maskapai.
“Kami menjalankan prosedur penanganan keterlambatan secara terkoordinasi dan terus berkomunikasi dengan maskapai serta otoritas terkait agar operasional tetap berjalan aman dan terkendali,” ujar Heru.
Heru menegaskan seluruh infrastruktur sisi udara seperti runway, taxiway, dan apron tetap berfungsi normal tanpa genangan.
Sistem drainase internal bandara disebut bekerja optimal meskipun diguyur hujan deras. Namun, dampak lain muncul di luar area bandara.
“Genangan air justru terjadi di beberapa titik akses jalan menuju bandara yang berpotensi memperlambat mobilitas penumpang,” jelasnya.
Manajemen Bandara Soekarno-Hatta mengimbau seluruh calon penumpang untuk datang lebih awal, minimal tiga jam sebelum jadwal penerbangan.







