3). Lalu kenapa sekarang Amerika mundur? Karena muridnya terlalu pintar. Tiongkok bukan hanya lulus, tapi langsung jadi dosen. Globalisasi membuat banyak negara naik kelas. Amerika tetap kaya, tapi tidak lagi sendirian. Jarak menyempit. Ego membesar.
4). Maka globalisasi disalahkan. Seperti wasit yang dianggap curang saat timnya kalah. Padahal aturannya buatan sendiri. Kini Amerika memilih tutup toko, pasang tarif, dan bilang: “Main di rumah saja.”
###
((Masalahnya, dunia sudah telanjur belanja di mana-mana. Toko lama tutup, tapi pasar gelap ideologi justru buka. Globalisasi mungkin berakhir.
Tapi kompetisi ganti arena?))
Udin Salemo
salut sama kapeka-nya Malaysia. bekas kasad Malaysia ditangkap dipakaikan baju oren dan tangan diborgol dibawa ke mahkamah. juga dua istrinya diberlakukan hal yang sama. wartawan bebas ambil foto tersangka. padahal tersangka ini High Profile yang sangat sulit dijangkau hukum.
eh, tapi kayaknya biasa saja disana. lha, wong mantan perdana menterinya saja dihukum 12 tahun penjara dan langsung masuk kamar berkerangkeng. jadi, “wakhaji” JZ kita tak harus pergi ke negara T, cukup ke tetangga untuk menerapkan hukum korupsi.
kapeka Malaysia tangkapannya bukan kelas bupati/walikota atau kepala dinas. atau manajer perusahaan karya. sugoooiiii….
Liáng – βιολί ζήτα
“Trump-centric” vs “America-centric” ??
Singkat saja…..
Anda Pasti Tahu apa yang dimaksud dengan Trump-centric ataupun America-centric.
Sebagian besar “peneliti” menilai (masih kesimpulan sementara) bahwa apa yang sedang terjadi di Amerika sekarang ini, cenderung lebih ke Trump-centric, meski kemanfaatannya memang untuk Amerika.
Tetapi, perlu dipahami bahwa kemanfaatan untuk Amerika “tidak mesti” Trump-centric !!
Di dalam negeri Amerika sendiri, sepertinya cukup banyak yang tidak setuju dengan kebijakan Trump.
Apalagi usia Donald Trump sekarang ini yang sudah mendekati 80 tahun, sepertinya sangat kecil kemungkinan terpilih lagi pada pemilihan presiden periode berikutnya.
Semuanya masih nampak samar-samar meski sudah mulai terlihat ada semacam “garis hitam” yang digoreskan oleh Trump.







