IKNPOS.ID – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka secara tegas membantah anggapan yang menyebut Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan mangkrak dan berubah menjadi kota hantu.
Menurutnya, pembangunan IKN hingga saat ini masih terus berjalan sesuai dengan tahapan dan timeline yang telah ditetapkan pemerintah.
Bantahan tersebut disampaikan Gibran dalam acara Talk Show Arah Baru Pembangunan Nasional yang digelar di Balairung Utama Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Senin 26 Januari 2026.
Di hadapan civitas akademika, Gibran menegaskan bahwa narasi negatif soal IKN kerap dibangun oleh pihak-pihak yang tidak objektif.
“Bukan kota hantu, IKN juga tidak mangkrak. Kalau media asing pembenci pemerintah ya pasti akan menulis yang jelek,” ujar Gibran.
Pemerintah Beri Perhatian Khusus untuk IKN
Gibran menekankan bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap proyek strategis nasional tersebut. Hal ini, kata dia, dapat dilihat dari kunjungan intens para pejabat negara ke kawasan IKN.
Ia menyebut dirinya telah mengunjungi IKN pada akhir tahun lalu. Tak berselang lama, Presiden Prabowo Subianto juga menyusul melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan IKN sekitar dua minggu kemudian.
Menurut Gibran, kunjungan para pimpinan negara tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan IKN bukan sekadar wacana, melainkan proyek yang terus dikawal langsung oleh pemerintah pusat.
Bantah Isu Rekayasa AI soal Keramaian IKN
Dalam kesempatan yang sama, Gibran juga menanggapi isu yang menyebut foto dan video pembangunan IKN direkayasa menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk menampilkan kesan ramai dan megah.
Ia dengan santai membantah tuduhan tersebut dan bahkan mempersilakan moderator untuk menanyakan langsung kepada pakar telematika Roy Suryo.
“Soal itu tanya Roy Suryo. Jalan tol kan sudah tersambung, cuma 50 menit dari Balikpapan,” kata Gibran.
Menurutnya, akses menuju IKN kini semakin mudah, sehingga masyarakat bisa melihat langsung kondisi pembangunan di lapangan tanpa harus mempercayai isu yang belum tentu benar.







