Murid SD Internasional
Rocky Gerung pernah berkata, bahwa pemerintah itu digaji untuk membuat solusi, jangan suruh rakyat yang sudah susah cari nasi, disuruh ikut mikir solusi. Saya perlu luruskan. Dalam demokrasi, pemerintah itu digaji, lebih tepatnya untuk mengeksekusi, program / kebijakan yang paling viable, untuk warganya. Makanya, demokrasi disebut sebagai sistem partisipatoris. Semua warga diperkenankan aktif berpartisipasi memberikan solusi, agar pemerintah punya banyak opsi solusi yang lebih viable. Itulah gambaran sistem demokrasi yang benar. Maka, jika ada warga di sistem demokrasi yang bisanya hanya nyinyir, kritik, caci maki, itu sama dengan menghilangkan opsi-opsi viable, bagi pemerintahnya sendiri. Yang akan rugi ya mereka sendiri, kenapa menghabiskan umur hanya untuk menyerang dan mencaci maki pemerintahnya sendiri.
mario handoko
selamat siang sobat yea, sobat tcl, sobat murid. “thomas djiwabdono akui tak punya pengalaman moneter.” demikian berita di tempo.co. sama dgn thomas. saya dan sobat yea pun tidak punya pengalaman moneter. makanya kami tidak melamar menjadi deputi gubernur bi. lha thomas kok bisa melamar dan terpilih jadi deputi gubernur bi? naah. siapa dulu dong pamannya…
yea aina
Si presiden anomali itu pakai dalih: toh kekayaan minyak Venezuela itu, selama ini terbuktii tidak bisa memakmurkan rakyatnya. Pun sudah bercokol Chevron di sana. Memompa minyak Venezuela sejak 1940. Karyawan lokalnya sampai 3000 orang. Punya ladang minyak dengan cadangan terbesar di dunia. Tapi “disewakan” kepada perusahaan swata. Dalam negeri ataupun asing. Pola yang sama, sudah berlangsung di sini. Konsesi perkebunan sawit dan tambang batu bara, hampir semua “disewakan” kepada investor. Diksi hilirisasi sekedar bungkus, pengerukan SDA oleh swasta dan asing yang mendapat “hak sewa” atas berbagai tambang. Jangan berharap muncul lapangan kerja sampai 19 juta. Atau bisa mencicil utang jumbo bisa lunas, kalau hanya mengandalkan pendapatan sewa SDA yang cuma secuil. Bayar utang pakai utang baru. Dirasa kurang, pun bekas ibukota negara mau disewakan sebagai ibukota ekonomi global. Pusat politiknya “diungsikan” di lokasi baru, yang dikepung aset negara yang sudah dikuasakan swasta pula. Ini warisan asli dari seorang yang diduga berijazah, tapi masih dipertanyakan keabsahannya.







