IKNPOS.ID – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menegaskan optimisme bahwa cakupan layanan air bersih di wilayahnya akan mencapai 80 persen pada 2029. Target ambisius ini seiring dengan percepatan pembangunan infrastruktur air minum yang terus digenjot setiap tahun.
Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka, Abdul Rasyid, mengungkapkan bahwa hingga tahun 2025, cakupan layanan air bersih di PPU telah meningkat signifikan.
“Cakupan layanan air bersih saat ini sudah mencapai 41 persen, naik dari sebelumnya 34 persen. Ini merupakan hasil dari berbagai program perluasan jaringan yang kami jalankan,” ujarnya di Penajam, Senin.
Peningkatan tersebut setara dengan sekitar 17.600 sambungan rumah tangga, berdasarkan perhitungan internal Perumda Air Minum Danum Taka sebelum melalui proses audit eksternal resmi.
Tambahan 6.000 Sambungan
Pada 2026, Pemkab PPU menargetkan pemasangan sekitar 6.000 sambungan air bersih baru, terutama di Kecamatan Sepaku dan wilayah pesisir. Jika target ini terealisasi, cakupan layanan air minum diproyeksikan melonjak hingga 60 persen pada akhir 2026.
“Dengan tambahan sambungan tersebut, kami optimistis target 80 persen cakupan layanan air bersih pada 2029 dapat tercapai,” kata Abdul Rasyid.
Ia menambahkan, tren peningkatan cakupan layanan air bersih di PPU terus menunjukkan grafik positif hingga awal 2026.
Masih 32 Desa dan Kelurahan Belum Terlayani
Saat ini, dari total 54 desa dan kelurahan di Kabupaten Penajam Paser Utara, 26 wilayah telah terlayani jaringan air bersih. Artinya, masih terdapat 32 desa dan kelurahan yang belum sepenuhnya menikmati layanan air minum perpipaan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkab PPU secara konsisten menggulirkan berbagai program perluasan layanan setiap tahun, dengan fokus pada pemerataan akses air bersih bagi masyarakat.
“Pemerintah kabupaten memastikan seluruh program perluasan layanan air bersih berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan, agar masyarakat bisa menikmati air bersih secara berkelanjutan,” pungkas Abdul Rasyid.







