Home Kesehatan GAWAT! Super Flu H3N2 SERANG Anak 12 Tahun di NTB 
Kesehatan

GAWAT! Super Flu H3N2 SERANG Anak 12 Tahun di NTB 

Share
Super Flu H3N2 SERANG Anak 12 Tahun di NTB 
Super Flu H3N2 SERANG Anak 12 Tahun di NTB 
Share

IKNPOS.ID – Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat (NTB) mengonfirmasi adanya satu kasus positif Influenza A (H3N2) subclade K, varian flu yang kerap disebut sebagai “Super Flu”.

Pasien merupakan anak perempuan berusia 12 tahun, yang terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium lanjutan.

Meski hanya satu kasus, temuan ini menjadi perhatian serius mengingat potensi penularan flu yang cenderung meningkat saat musim hujan dan mobilitas masyarakat tinggi.

“Hasil pemeriksaan sequencing mengonfirmasi satu kasus Influenza A H3N2 subclade K,” ujar Kepala Dinkes NTB, Lalu Hamzi Fikri.

Kasus ini bermula dari pengambilan spesimen anak-anak yang mengalami gejala flu. Pada 10 November 2025, Dinkes NTB mengirim delapan sampel ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Surabaya untuk pemeriksaan lebih mendalam.

Hasil uji sequencing baru diterima pada 5 Januari 2026, dan menunjukkan satu sampel terkonfirmasi positif Influenza A (H3N2) subclade K.

Menindaklanjuti temuan awal pada 5 November 2025, Dinkes NTB langsung melakukan penyelidikan epidemiologis di lokasi kasus. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan terhadap:

  • Kontak erat pasien
  • Lingkungan sekitar tempat tinggal
  • Fasilitas kesehatan terkait

Pemantauan dilakukan selama dua kali masa inkubasi virus untuk memastikan tidak terjadi penularan lanjutan.

“Dari hasil pemantauan, tidak ditemukan kasus tambahan. Klaster ini berhasil dikendalikan sejak November,” jelas Hamzi Fikri.

Belum Zona Aman, Risiko Tetap Ada

Meski klaster dinyatakan terkendali, Dinkes NTB mengingatkan risiko penularan belum sepenuhnya hilang.

Perubahan cuaca, curah hujan tinggi, serta aktivitas masyarakat yang meningkat dapat memicu munculnya kasus flu baru.

Karena itu, kewaspadaan tetap diperlukan. Terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

“Analisis data mingguan belum menunjukkan peningkatan signifikan kasus flu, ISPA, atau pneumonia,” papar Hamzi Fikri.

Share
Related Articles
kasus campak Pamekasan
Kesehatan

Capaian Nasional Tinggi, Tapi Campak Masih Mengintai di Daerah Ini!

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kembali menegaskan bahwa imunisasi campak-rubella (MR) merupakan cara...

Berhenti Makan Nasi Duluan, Mulai Berbuka dengan Sayur, Bukan Gorengan
Kesehatan

Berhenti Makan Nasi Duluan! Mulai Berbuka dengan Sayur, Bukan Gorengan

IKNPOS.ID - Banyak orang langsung menyantap nasi atau makanan manis saat adzan...

5 Olahraga Ringan Agar Tetap Prima Selama Ramadan
Kesehatan

5 Olahraga Ringan Agar Tetap Prima Selama Ramadan

IKNPOS.ID - Banyak orang salah kaprah dengan menghentikan total aktivitas fisik saat...

Kesehatan

Otorita Pastikan Fasilitas Kesehatan di IKN Siap Layani ASN

IKNPOS.ID - Fasilitas kesehatan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota...