IKNPOS.ID – Arahan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menjadi pemicu percepatan proses pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dorongan tersebut kini ditindaklanjuti oleh Otorita IKN dengan mematangkan kesiapan infrastruktur, hunian, serta ekosistem kerja agar ASN dapat segera berkantor dan menjalankan roda pemerintahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.
Percepatan ini menjadi bagian dari strategi pemindahan ASN yang dilakukan secara bertahap namun terukur, seiring dengan kesiapan fasilitas dan layanan pendukung di kawasan ibu kota baru.
Otorita IKN menegaskan, fokus persiapan tidak hanya tertuju pada gedung perkantoran, tetapi juga menyasar hunian ASN, konektivitas kawasan, hingga lingkungan kerja yang terintegrasi dalam satu ekosistem pemerintahan modern.
Sebagai bagian dari langkah percepatan, tim Sekretariat Wakil Presiden telah melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah titik strategis di kawasan IKN beberapa waktu lalu.
Peninjauan tersebut meliputi Rumah Jabatan Menteri (RJM), Istana Wakil Presiden, Kantor Balai Kota Otorita IKN, hingga berbagai kawasan pendukung lainnya.
Fasilitas-fasilitas tersebut dipersiapkan untuk memastikan ASN memiliki ruang kerja yang fungsional, hunian yang layak, serta akses yang saling terhubung dalam satu kawasan pemerintahan.
Konsep ini diharapkan mampu mendukung efektivitas kerja ASN sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan efisien.
Staf Khusus Wakil Presiden, Tina Talisa, menegaskan bahwa Wakil Presiden Gibran memberikan perhatian serius terhadap percepatan aktivitas pemerintahan di IKN.
Bahkan, Gibran secara langsung mendorong agar jajaran Sekretariat Wakil Presiden mulai berkantor di Nusantara secara bertahap.
“Bapak Wakil Presiden sangat memberikan dukungan. Bahkan beliau sangat mendorong agar kami dari Sekretariat Wakil Presiden secara bertahap berkantor di IKN,” ungkap Tina Talisa, Minggu (25/1/2026).
Dorongan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin memastikan IKN tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga segera diisi oleh aktivitas pemerintahan yang nyata.
Selain menyiapkan gedung dan hunian, Otorita IKN juga menaruh perhatian besar pada pembangunan ekosistem kerja jangka panjang.
Pengembangan kawasan Nusantara dirancang tidak semata sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai kota berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Dalam agenda peninjauan tersebut, turut dibahas pengembangan ekowisata serta rencana penerapan energi bersih di kawasan IKN. Konsep ini sejalan dengan visi Nusantara sebagai ibu kota masa depan yang mengedepankan keberlanjutan dan efisiensi energi.
Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja ASN yang modern, sehat, dan selaras dengan prinsip pembangunan hijau, sekaligus menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia.







